Three Cute Cherries


Senin, Oktober 31, 2011

kandungan dalam petai

- Petai memiliki nama ilmiah Parkia speciosa. Ia termasuk anggota famili Fabaceae dari ordo Mimosoideae.


Petai memiliki biji yang panjang dan datar yang dapat dimakan. Walau begitu ia memiliki bau yang cukup aneh mirip dengan bau gas metana.
Makanan petai yang umum adalah sambal udang petai dimana petai dimasak dalam sambal bersama udang. Menu masakan tradisional lainnya cukup dengan menggoreng petai dan memakannya dengan garam. Menu petai yang lezat dapat disertai dengan tahu kuah atau nasi goreng petai bersama cabe, nasi, putih telur, tahu dan bawang.
Secara gizi, kandungan petai sebanding dengan kedelai, baik dalam kandungan mineral, vitamin, protein, lemak dan antinutrisi.
Komponen petai yang mudah menguap adalah 1,2,4-trithiolane, 1,3,5-trithiane dan 3,5-dimetil-1,2,4-tritiolane. Hidrogen sulfida dan etanol juga ditemukan dalam ruang pembungkus biji petai. Komponen-komponen inilah yang menyebabkan bau khas tersebut.
Lebih mudah melihat manfaat dari petai jika ia dipecah menjadi komponen-komponen kesehatannya yaitu : gula, serat, triptofan, vitamin B6, besi, kalium, dan komponen antasida. Berdasarkan fungsi dari komponen ini, maka petai dapat membantu pemulihan depresi, anti kanker, sindrom pramenstruasi (PMS), tekanan darah, diabetes, kegemukan dan konstipasi.
Manfaat utama petai sesungguhnya adalah efek antibakteri dan antijamurnya pada ginjal, ureter dan kandung kemih. Senyawa antibakteri dan antijamur ini adalah polisulfida siklis, yang strukturnya adalah 1,2,4-trithiolane, 1,2,4,6-tetrathiepane, 1,2,3,5,6-pentathiepane (lenthionine), 1,2,4,5,7,8-heksathionane dan pentathiocane.
Petai juga mengandung asam dikrostasinik, asam jengkolik dan asam thiozolidine-4-karboksilik. Kandungan asam thiozolidine-4-karboksilik terbukti secara eksperimental dan klinis sebagai agen anti kanker.
Beberapa klaim manfaat petai berikut harus dikaji ulang dan kemungkinan di buat-buat saja atau semata efek plasebo : meningkatkan kekuatan otak, kelelahan, penyakit hati, lemas, gigitan nyamuk, kegelisahan, magh, pengendali suhu, gangguan afektif musiman, kecanduan merokok, stress, stroke, dan bisul.
Walaupun banyak manfaat petai bagi tubuh manusia, memakan petai terlalu banyak dapat memberi dampak negatif karena tingginya kandungan asam amino dalam petai. Kandungan asam amino berlebih dapat menyebabkan kerusakan ginjal dan saringan ginjal di tubuh. Kandungan asam jengkolik (yang juga ditemukan pada jengkol) pada petai dapat memblokir tubula uriner karena rendahnya keterlarutannya, sehingga menyebabkan rasa sakit, haematuria dan bahkan kematian.

Referensi populer
  1. Danesh. Petai (Parkia Speciosa) – Stink Beans! (Edited)
  2. Word Agroforesty Center. Parkia speciosa.
  3. Petai beans
  4. Yanti. Parkia Speciosa Info | Petai Benefits
Referensi ilmiah
  1. Jamaludin, F., Mohamed, S. 1993. “Hypoglycemic Effect of Extracts of Petai Papan (Parkia speciosa, Hassk).” Pertanika, 16(3):161-165.
  2. Osman, F.B., Kosuke, K., Mitsuo, M. 2000. “Volatile Components of Parkia speciosa.” Koryo, Terupen oyobi Seiyu Kagaku ni kansuru Toronkai Koen Yoshishu, vol. 44, hal. 38-40.
Referensi lanjut
  1. Amarnath, B. 2004. A study on the antioxidant nature of petai seeds
  2. Gmelin, R., Susilo, R., Fenwick, G.R. 1981. “Cyclic polysulfides from Parkia speciosa.” Phytochemistry, 20(11):251-253
  3. Holzman, G., Susilo, R., Gmelin, R. 1982. “Collisional activation study of cyclic polysulfides.” Organic Mass Spectrometry, 17(4): 165-172
  4. Pandeya, S.N. 1972. “Role of sulhides (thioethers) in biological systems.” J. Sci. Ind. Res. 31:320-331
  5. Suhaila, M., Rahman, M.S.A., Sulaiman, S., Abdullah, F. 1987. “Some nutritional and anti-nutrisional components in jering (Pithecellobium jeringa), keredas (P. microcarpum) and petai (Parkia speciosa).” Pertanika, 10(1):61-68
  6. Susilo, R., Gmelin, R.Z. 1982. “Precursors of cyclic polysulfides in seeds of Parkia speciosa.” Naturforsch C. Biosci, 37C(7-8):584-586
  7. Weng WC and Lim H F. 1994. “The Economic Value and marketing of Parkia speciosa fruits in Peninsular Malaysia.” In: Raintree JB and Hermina AF (eds.). Marketing multipurpose tree products in Asia. Proceeding of an international workshop. pp 145-151.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar