Three Cute Cherries


Rabu, November 30, 2011

dasar-dasar ilmu lingkungan

BAB II
PEMBAHASAN
Dasar- dasar Ilmu Lingkungan
Pengertian Ilmu Lingkungan
Ilmu lingkungan adalah pengkajian secara sistematis mengenai lingkungan hidup dan kedudukan manusia yang pantas di dalamnya. Tujuan dari pembelajaran ilmu lingkungan itu sendiri adalah unutk menimbulkan kesadaran, penghargaan, tanggung jawab manusia terhadap lingkungan hidup dan alam di sekitar. Berbagai tempat di permukaan bumi memiliki kondisi lingkungan yang berbeda-beda yang membentuk habitat dan relung ekologis yang berbeda-beda pula.
Asas Ilmu Lingkungan beserta aplikasinya di lingkungan sekitar kita
·         Semua energi yang memasuki semua organisme populasi atau ekosistem dapat dianggap sebagai energi yang tersimpan atau terlepaskan. Dalam ilmu fisika, misal hukum kekekalan energy yaitu “ energi  tidak dapat diciptakan dan dimusnahkan tetapi energi  dapat diubah dari bentu satu ke bentuk yang lainnya”, dan dalam ilmu kimia ada dalam hukum termodinamika 1.
Aplikasinya: energi matahari diubah menjadi energi kimia yang tersimpan dalam molekul gula glukosa, contoh fotosintesis. (Otto Soemarwoto, hal 30).
·         Tak ada sistem pengubah energi yang betul-betul efisien.
Aplikasinya: asap hasil pembakaran yang dapat mencemari lingkungan.
·         Kesempurnaan adaptasi suatu sifat bergantung kepada kepentingan relatifnya di dalam keadaan suatu lingkungan.
Aplikasinya: dalam ekosistem yang mantap dan habitat yang stabil sifat respon terhadap factor alami yang tak terduga. Contoh jenis hewan didataran tinggi berbeda dengan jenis hewan di dataran rendah.
·         Kemampuan keaneka ragaman suatu komunitas lebih tinggi di alam lingkungan yang mudah diramal.
Aplikasinya: jumlah spesies di lingkungan yang mantap berbeda dengan jumlah spesies di lingkungan yang tidak mantap. Artinya spesies akan lebih banyak menempati tempat yang lebih aman dan nyaman dari pada lingkungan yang rusak.
·         Sistem yang sudah mantap mengeksploitasi sistem yang belum mantap.
Aplikasinya: manfaat plankton di perairan, yaitu dimana plankton sebagai produsen yang akan dikonsumsi oleh hewan yang tinggal di air.
·         Materi, Energi, Ruang, Waktu, dan Keanekaragaman, semuanya termasuk kategori alam.
Aplikasinya : manusia lebih senang bila makanan yang dihidangkan beranekaragam, sehingga dapat memilih. Makin banyak macam sumber makanan bagi hewan, makin menurun kemungkinan terjadi bahaya kelaparan.
·         Untuk semua kategori alam, kalau pengadaannya sudah mencapai optimum, pengaruh unit kenaikannya sering menurun dengan penambahan sumber alam itu sampai ke suatu tingkat maksimum. Melampaui batas maksimum ini  tak akan ada yang menguntungkan lagi. Untuk semua kategori alam (kecuali keanekaragaman dan waktu ) kenaikan pengadaannya melampaui batas maksimum, bahkan akan berpengaruh merusak karena kesan peracunan. Ini adalah akses penjenuhan, untuk banyak gejala sering berlaku kemungkinan penghancuran yang disebabkan oleh pengadaan sumber alam yang sudah mendekati batas maksimum.Aplikasinya: batas suhu maksimum membatasi berbagai kegiatn di dalam system biologi. Karena adanya ukuran optimum pengadaan sumber alam bagi suatu populasi, maka naik turunnya individu dalam suatu populasi itu pada suatu jumlah tertentu. Akan terjadi pengintensifan perjuangan hidup. Jika persediaan itu berkurang, dan sebaliknya. Akan terdapat ketenangan, jika sumber daya alam itu bertambah. Akibatnya kepadatan popuasi yang berlebihan akan membawa penurunan jumlah anggota populasi, dan sebaliknya. Gejala ini di kenal dengan pengaturan populasi karena factor yang bergantung pada kepadatan (density-independent factor).
·         Ada dua jenis sumber alam dasar, yaitu sumber alam yang pengadaannya dapat merangsang penggunaan yang seterusnya, dan yang tak mempunyai daya rangsang penggunaan lebih lanjut.
Aplikasinya: jika ada suatu jenis hewan sedang mencari makanan kemudia jumlah jenis makanan itu tiba-tiba sangat banyak maka hewan tersebut akan memusatkan perhatiannya pada penggunaan jenis makanan itu.
·         Individu dan spesies yang mempunyai lebih banyak keturunan daripada saingannya, cenderung berhasil mengalahkan saingannya itu.
Aplikasinya: berbagai jasad hidup mempunyai perbedaan sifat keturunan dalam hal tingkat adaptasi terhadap lingkungan. Jika terjadi kenaikan kepadatan dan persaingan, maka yang kurang mampu beradaptasi akan kalah.
·         Keanekaragaman komunitas apa saja sebanding dengan biomassa dibagi produktifitas.
Aplikasinya: konsep kestabilan akan selalu diikuti dengan keanekaragaman yang tinggi sehingga rantai makanan akan terbentuk stabil dengan komponen biotic yang lengkap. Hal ini akan mempengaruhi tingkat produktifitas yang tinggi.
Salah satu dasar yang menjadi acuan dalam pengembangan ilmu lingkungan adalah ekologi. Perbedaan ilmu lingkungan dan ekologi, yaitu jika ilmu lingkungan ilmu yang mempelajari lingkungan yang sudah ada campur tangan manusia sedangkan Ekologi adalah ilmu yang mempelajari lingkungan yang masih murni (belum ada campur tangan manusia). Berdasar keilmuannya, ekologi dibagi menjadi dua:
·         Sinekologi : ilmu yang mempelajari kelompok organism yang tergabung  sebagai suatu unit (masyarakat) dengan lingkungannya.
·         Autekologi : ilmu yang mempelajari idividu dengan lingkungannya.
Dalam ilmu lingkungan, seperti ekologi makhluk hidup pada dasarnya dipelajari dalam unit populasi. Populasi dapat dikatakan sebagai kumpulan individu suatu spesies organism hidup yang sama. Contoh: komodo hanya ditemukan di NTT.Manfaat Mempelajari Ilmu Lingkungan
·         Untuk mempermudah mengetahui tentang seluk beluk yang ada di lingkungan alam sekitar.
·         Dari lingkungan ilmu juga dapat menghasilkan ilmu-ilmu yang lain yang berkaitan dengan lingkungan, seperti: Kimia, Biologi, Fisika, Sejarah dan lain-lain.
·         Dengan ilmu lingkungan kita telah menyadari salah satu kewajiban kita sebagai khalifah di muka bumi, seperti firman Allah QS.Al Baqarah ayat 30 :
 وَ إِذْ قَالَ رَبُّكَ لِلْمَلاَئِكَةِ إِنِّيْ جَاعِلٌ فِي الْأَرْضِ خَلِيْفَةً قَالُوْا أَتَجْعَلُ فِيْهَا مَن يُفْسِدُ فِيْهَا وَيَسْفِكُ الدِّمَاءَ وَ نَحْنُ نُسَبِّحُ بِحَمْدِكَ وَ نُقَدِّسُ لَكَ قَالَ إِنِّيْ أَعْلَمُ مَا لاَ تَعْلَمُوْنَ 

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar