Jumat, Maret 08, 2013
MAKALAH PERANG SALIB
BAB I
PENDAHULUAN
A.
Latar
Belakang
Perang
yang bermuatan keagamaan (Perang Salib) yang terjadi hampir dua abad
antara umat Kristen di Eropa dengan umat Islam di Asia menjadi sebuah sejarah
panjang yang sulit untuk dilupakan dan memberikan kontribusi berharga
bagi kemajuan bangsa Eropa sekaligus sebuah peristiwa yang sangat
memprihatinkan dan banyak memakan korban. Selain itu sejarah Perang Salib akan
menjadi pelajaran yang berharga bagi umat manusia baik Barat maupun Timur.
Peperangan
ini disebut dengan Perang Salib karena ekspedisi militer Kristen
mempergunakan salib sebagai pemersatu untuk menunjukkan bahwa peperangan yang
mereka lakukan adalah perang suci dan bertujuan untuk membebaskan kota suci
Baitul Makdis dari tangan orang-orang Islam.
Sejarah
manusia menunjukkan betapa agama kerapkali dijadikan alat untuk kepentingan
tertentu. Ini juga halnya yang terjadi pada Perang Salib (Crusade). Karena perang ini merupakan
reaksi dunia Eropa terhadap dunia Islam di Asia. Bagi orang Eropa sendiri
perang ini dianggap sebagai kebangkitan agama, bahkan merupakan gerakan
kerohanian yang tinggi yang mana dunia Kristen Barat menyadari dan menemukan
identitas baru.
Kebencian Kristen terhadap umat Islam dimulai
sejak disebarkannya Islam ke daerah-daerah kekuasaan Bizantium, terutama pada
abad ke-8 Masehi, yakni ketika umat Islam melakukan ekspansi ke wilayah-wilayah
yang dikuasai oleh Kristen di Eropa. Mereka melihat bahwa kekuasaan Islam dapat
mengancam bahkan menghancurkan Konstantinopel sebagai ibukota kerajaan
Bizantium. Dendam dan kebencian yang disimpan umat Kristen mencetuskan Perang
Salib yang tujuannya adalah merebut kembali wilayah-wilayah yang sudah dikuasai
umat Islam.
Dalam pengkajian
makalah ini penulis bertujuan untuk menjadikan fenomena sejarah masa lalu
menjadi iktibar
penting dengan menganalisis keberadaan Perang Salib itu sendiri, agar kiranya
tidak terulang di masa yang akan datang.
B.
Rumusan
Masalah
Dari
latar belakang masalah di atas dapat merumuskan masalah yaitu:
1. Apa
yang dimaksud dari
Perang Salib?
2. Apa
yang melatar belakangi terjadinya Perang Salib?
3. Bagaimanakah
periodisasi Perang Salib?
4. Bagaimana
pengaruh dari Perang Salib tersebut?
C.
Tujuan
Berdasarkan
rumusan masalah di atas, tujuannya yaitu:
1. Dapat
mengetahui maksud dari
Perang salib.
2. Dapat
mengetahui latar belakang terjadinya Perang Salib.
3. Dapat
mengetahui periodisasi Pernag Salib.
4. Dapat,
mengetahui pengaruh dari Perang Salib.
BAB II
PEMBAHASAN
A.
Pengertian
Perang Salib
Perang
salib (The Crusades) merupakan perang
keagamaan selama dua abad yang terjadi sebagai reaksi kristen di Eropa terhadap
umat Islam di Asia yang dianggap sebagai pihak penyerang. Sejak tahun 632 M
hingga meletusnya Perang Salib, sejumlah kota-kota penting dan tempat suci umat
Kristen telah diduduki umat Islam seperti Suriah, Asia Kecil, Spanyol, dan
Sicilia.[1] Perang Salib adalah gerakan
umat Kristen di Eropa yang memerangi umat Muslim di Palestina secara berulang-ulang mulai abad ke-11
sampai abad ke-13, dengan tujuan untuk merebut Tanah Suci dari kekuasaan kaum Muslim untuk mendirikan
gereja dan kerajaan Latin di Timur.[2]
Disebut
Perang Salib karena ekspedisi militer Kristen memepergunakan Salib sebagai
simbol pemersatu untuk menunjukan bahwa peperangan yang mereka lakukan adalah
perang suci (Crusades) dan bertujuan
untuk memebebaskan kota suci Baitulmakdis (Yerusalem) dari tangan orang-orang
Islam.[3]
Bagi orang-orang Eropa,
Perang Salib dikaitkan dengan kebangkitan kembali agama, dan bahkan diakitkan
dengan suatu gerakan kerohanian besar dimana dunia Kristen Barat mengalami
kesadaran identitas yang baru. Atas seruan Paus Urabanus II, seluruh raja-raja
Kristen di Eropa bersatu dan mengerahkan rakyatnya terlibat dalam Perang salib.
Namun, bagi umat Islam pada umumnya Perang Salib tidak lebih dari suatu insiden
perbatasan, suatu kelanjutan dari pertempuran-pertempuran yang telah
berlangsung di Suriah dan Palestina selama setengah abad belakangan.[4] Orang-orang
Islam yang terlibat Perang Salib hanyalah mereka yang dekat dengan daerah
pertempuran di wilayah Turki, Palestina, dan Mesir.[5]
B.
Latar
Belakang Terjadinya Perang Salib
Penyebab langsung terjadinya perang salib adalah permintaan kaisar
Alexius Connenus pada taun 1095 kepada Paus Urbanus II kaisar dari Bizantiun
meminta bnatuan dari Romawi Karena daerah-daerah yang yang tersebar ke pesisir
laut Marmora dibinasakan oleh bani saljuk. Bahkan, kota Konstantinopel diancam
pula. Adanya permintaan ini, paus melihat kemungkinan untuk mempersatukan
kembali (gereja yunani dengan Romawi yang telah terpecah tahun 1009-1054).[6] Selain itu terjadinya Perang Salib
antara Timur-Islam dengan Barat-Kristen disebabkan oleh faktor-faktor utama
yaitu agama, politik, dan sosial ekonomi.[7]
1. Faktor
Agama.
Pihak Kristen merasa
tidak bebas menunaikan ibadah ke Baitulmakdis, sejak Dinasti Seljuk merebutnya
dan Dinasti Fathimiyah tahun 1070 M. Para penguasa Seljuk menetapkan sejumlah
peraturan yang dianggap mempersulit mereka yang pulang berziarah sering
mengeluh karena mendapat perlakuan jelek dari orang-orang Seljuk yang fanatik.
Umat Kristen merasa perlakuan Dinasti Seljuk sangat berbeda dengan penguasa
Islam lainnya yang pernah menguasai kawasan itu sebelumnya.
2. Faktor
Politik.
Kekalahan Bizantum
tahun 1071 M di Manzikart (Malazkird atau Malasyrid, Armenia) dan Asia Kecil
jatuh ke bawah kekuasaan Seljuk, mendorong Kaisar Alexius I Comnenus (Kaisar
Konstaninopel) meminta bantuan kepada Paus Urbanus II untuk mengembalikan
kekuasaannya di daerah-daerah penduduk Dinasti Seljuk. Sementara itu, kondisi
kekuasaan Islam sedang melemah sehingga orang-orang Kristen di Eropa berani
untuk ikut dalam Perang Salib. Dinasti fathimiyah dalam keadaan lumpuh dan
kekuasaan Islam di Andalusia semakin goyah dengan dikuasainya Toledo dan
Sicilia oleh kristen Spanyol.
3. Faktor
Sosial Ekonomi.
Pedagang-pedagang besar
di pantai Timur Laut Tengah, terutama yang berada di kota Venezia, Genoa, dan
Pisa berambisi untuk menguasai kota-kota dagang di sepanjang pantai timur dan
selatan Laut Tengah sehingga rela menanggung sebagian dana Perang Salib.
Apabila pihak Kristen Eropa menang, mereka menjadikan kawasan itu sebagai pusat
perdagangan mereka.
Stratifikasi
sosial masyarakat Eropa terdiri dari tigs kelompok yaitu kaum gereja, kaum
bangsawan dan ksatria, dan rakyat jelata. Ketika rakyat jelata dimobilisasi
oleh pihak gereja untuk ikut perang Salib dijanjikan kebebaan dan kesejahtraan
yang bai bila menang perang, mereka menyambut secara spontan dan berduyun0duyun
terlibat dalam perang itu.
Saat
itu, di Eropa berlaku hukum waris bahwa hany anak tertua yang berhak menerima
harta warisan, apabila anak tertua meninggal maka harta warisan harus
diserahkan pada gereja. Oleh karena itu, populasi orang miskin menigkat
sehingga anak-anak yang miskin beramai-ramai mengikuti seruan mobilisasi umum
Perang Salib., dengan harapan mendapatkan perbaikan ekonomi.[8]
Perang salib bagi
orang-orang Kristen juga merupakan jaminan untuk masuk surga sebab perang salib
, menurut mereka, adalah mati sebagai pahlawan agam dan langsung masuk surga walaupun
mempuinyai dosa-dosa pada masa lalunya.[9]
C.
Periodisasi
Perang Salib
Perang Salib yang berlangsung hampir 200 tahun itu tidak berlangsung secara
terus menerus, tetapi secara bertahap. Permusuhan pun tidak berlangsung terus
menerus karena ada masa damai, kerena itulah perang salib dibagi beberapa
periode.[10]
Diantara
para sejarawan terdapat perbedaan pendapat dalam menetapkan periodisasi Perang
Salib. Ahmad Syalabi membagi periodisasi Perang Salib atas tujuh Periode
sedangkan Philip K. Hitti memandang Perang Salib berlangsung terus-menerus
dengan kelompok-kelompok yang bervariasi, kadang-kadang lama atau sebentar,
kadang-kadang berskala besar dan tidak jarang pula berskala kecil. Selain itu,
garis demarkasi antara
gerakan yang satu dan lainnya tidak jelas. Walaupun begitu, Hitti
menyederhanakan pembagian Perang Salib dalam tiga periode.
1. Periode
Pertama (Periode penaklukan: 1096-1144 M)
Jalinan
kerja sama antara Kaisar Alexius I dan Paus Urbanus II berhasil membangkitkan
semangat umat Kristen, terutama akibat pidato Paus Urbanus II pada kondisi
Clermont tanggal 26 November 1095 M.[11] Orang-orang yang hadir disana meneriakan slogan Deus Vult (tuhan
menghendaki) sambil mengacungkan tangan. Pada musim semi 1907, 150.000 manusia,
sebagian besar orang franka, norman, dan sebagian rakyat biasa menyambut seruan
untuk berkumpul di Konstantinopel. Pada saat itulah gendering perang salib
disebut begitu karena salib dijadikan lencana pertama ditabuh.[12] Pidato
itu bergema ke seluruh penjuru negara kristen mempersiapkan berbagai bantuan
utuk mengadakan penyerbuan. Gerakan yang dipimpin oleh Pierre I’Ermite,
spontanitas diikuti oleh berbagai kalangan masyarakat (rakyat jelata) yang
tidak mempunyai pengalaman berperang, tidak disiplin, dan tanpa persiapan.
Sepanjang jalan menuju Konstantinopel, mereka melakukan keonaran, perampokan,
dan terjadi bentrokan dengan penduduk Hongaria dan Bizantium. Pasukan Salib akhirnya
dapat dikalahkan oleh pasukan Dinasti Seljuk dengan mudah.
Angkatan
berikutnya, pasukan Salib dipimpin oleh Godfrey, Bohemond, dan Raymond sebagai
ekspedisi militer yang terorganisir. Mereka
menduduki kota suci Palestina (Yerusalem) pada tanggal 7 Juni 1099 M dengan
terlebih dahulu merebut Anatolia Selatan, daerah Tarsus, Antiokia, Aleppo, dan
ar-Ruha’ (Edessa). Mereka juga berhasil merebut Tripoli, Syam (Suriah), dan
Acre. Sebagai akibat kemenangan itu, berdiri beberapa kerajaan Latin-Kristen.
Di Timur yaitu Kerajaan Latin I di Edessa (1098 M) diperintah oleh Raja
Baldwin, kerajaan latin II di Antiokia (1098 M) diperintah raja Bohemond,
Kerajaan Latin III di Baitulmakdis (1099 M) diperintah oleh Raja Godfrey, dan
Kerajaan Latin IV di tripoli (1109 M) diperintah oleh Raja Raymond.[13]
2. Periode Kedua (Periode reaksi umat Islam: 1144-1192
M)
Kaum
Muslimin menghimpun kekuatan untuk menghadapi kekuatan kaum Salib yang telah
menguasai beberapa wilayah kekuasaan Islam. Imaduddin Zanki, gubernur Mosul,
membendung serangan pasukan Salib dan berhasil merebut kembali Aleppo, Hamimah,
dan Edessa (ar-Ruha’) pada tahun 1144 M. Beliau wafat tahun 1146 M dan
putranya, Nuruddin Zanki meneruskan cita-citanya membebaskan negara Islam di
Timur dari cengkraman kaum Salib, berhasil merebut kembali kota-kota; Damaskus
(1147 M), Antiokia (1149 M), dan Mesir (1169 M). Nuruddin Zanki wafat tahun
1174 M, komando pasukan Islam selanjutnya di bawah pimpinan Salahuddin
al-Ayyubi (Saladin) di Mesir, pada tanggal 2 Oktober 1187 M berhasil
membebaskan Baitulmakdis (Jerusalem) yang telah dikuasai kerajaan latin selama
88 tahun.[14]
Keberhasilan
Salahuddin al-Ayyubbi itu membangkitkan semangat kaum Salib dengan mengirimkan
ekspedisi militer yang lebih kuat pada tahun 1189 M, dipimpin oleh raja-raja
Eropa yang besar yaitu: Frederick I (Barbarossa, kaisar Jerman), Richard I (The
Lion-Hearted, raja Inggris), dan Philip II (Augustus, raja Perancis). Meskipun
mendapat tantangan berat dari Salahuddin al-Ayyubi, mereka berhasil merebut
Akka dan dijadikan ibukota kerajaan Latin, namun tidak berhasil memasuki
Palestina. Pertempuran sengit terjadi antara pasukan Salahuddin al-Ayyubi
dengan pasukan Philip dan Richard yang diakhiri dengan gencatan senjata dan
membuat suatu perjanjian (disebut Shulh
al-Ramlah) pada tanggal 2 November 1192 M. Inti perjanjian damai itu adalah
daerah pedalaman menjadi milik kaum Muslimin dan umat Kristen yang akan ziarah
ke Baitulmakdis terjamin keamanannya, sedangkan daerah pesisir utara, Acre dan
Jaffa berada di bawah kekuasaan tentara Salib. Tak lama setelah perjanjian
disepakati, Salahuddin al-Ayyubi wafat pada bulan Safsr 589 H/Februari 1193 M.[15]
3. Periode
Ketiga (Periode perang saudara kecil-kecilan atau kehancuran di dalam pasukan
Salib: 1193-1291 M)
Periode
ini lebih disemangati oleh ambisi politik untuk memperoleh kekuasaan dan
sesuatu yang bersifat material daripada motivasi agama. Tujuan mereka untuk
membebaskan Baitulmakdis terlupakan, terbukti dari pasukan Salib yang
dipersiapkan menyerang Mesir (1202-1204 M) ternyata membelokan haluan menuju
Konstatinopel. Kota itu direbut, diduduki, dan dikuasai oleh Baldwin sebagai
raja pertamanaya. Tentara Salaib yang dipimpin oleh raja Frederick II, berusaha
merebut Mesir terlebih dahulu sbelum ke Palestina dengan harapan mendapat
bantuan dari orang-orang Kristen Qibthy dan tahun 1219 Mberhasil menduduki
Dimyat. Raja al_malik al-Kamil dari Dinasti Ayyubiyah membuat perjanjian dengan
Frederick II, yang isiny antaralain Frederick bersedia melepaskan Dimyat dan
al-Malik al-Kamil melepaskan Palestina. Frederick menjamin keamanan kaum
Msuslimin di sana dan tidak mengirim bantuan kristen di Syria. Pada masa Mesir
diperintah al-malik al-Shalih, Palestina dapat direbut kembali oleh kaum
Muslimin tahun 1247 M.[16]
Pada periode ini telah
terukir dalam sejarah munculnya pahlawan wanita yang terkenal gagah berani
yaitu Syajar ad-Durr. Ia berhasil menghancurkan pasukan raja Louis IX dari
Perancis dan sekaligus menangkap raja tersebut. Pahlawan wanita ini pun telah
mampu menunjukan sikap kebesaran Islam dengan membebaskan dan mengizinkan raja
Louis kembali ke negerinya. Setelah Mesir dikuasai dinasti Mamalik, pimpinan
perang dipegang oleh Baybars yang berhasil merebut kembali seluruh benteng yang
dikuasai tentara Salib. Pada 1286 M, kota Yaffa dapat ditaklukan, tahun 1289 M
menaklukan kota Tripoli (Libanon) dan kota Akka dikuasai pada tahun 1291 M.
Sejak ssat itu tentara Salib habis diseluruh benua Timur.[17]
D.
Pengaruh
Perang Salib
Secara
garis besar dampak perang salib adalah Saling tukar menukar ilmu pengetahuan
antara Kristen dengan islam. meski benua Eropa bersinggungan dengan budaya
Islam selama berabad-abad melalui hubungan antara semenanjung Liberia dengan
Sicilia.[18]
Pihak
Islam pada akhirnya dapat memenangkan Perang Salib yang sangat melelahkan, berlangsung
tahun 1096-1291 M. Walaupun menang umat Islam sebenarnya mengalami kerugian
yang luar biasa karena peperangan itu terjadi di kawasan dunia Islam (Turki,
Palestina, dan Mesir). Sebaliknya bagi pihak Kristen, mereka menderita
kekalahan dalam Perang Salib, namun mendapatkan hikmah yang tidak ternilai
harganya karena mereka dapat berkenalan dengan kebudayaan dan peradaban Islam
yang sudah maju. Kebudayaan dan peradaban yang mereka peroleh dari Timur-Islam
menyebabkan lahirnya Rennaisans di Barat. Kebudayaan yang mereka bawa ke Barat
terutama dalam bidang militer, seni, perindustrian, perdagangan, pertanian,
astronomi, kesehatan, dan kepribadian.[19]
1. Dalam
bidang militer
Dunia
Barat menemukan persenjataan dan teknik berperang yang belum pernah mereka temui
sebelumnya di negerinya, seperti penggunaan bahan-bahan peledak untuk
melontarkan peluru, pertarungan senjata dengan menunggang kuda, teknik melatih
burung merpati untuk kepentingan informasi militer, dan penggunaan alat-alat
rebana dan gendang untuk memberi semangat kepada pasukan militer di medan
perang.
2. Dalam
bidang perindustrian
Mereka
banyak menemukan kain tenun sekaligus peralatan tenundi dunia Timur. Utnuk itu
mereka mengimpor berbagai jenis kain seperti mosselin, satin, dan damast dari
Timur ke Barat. Mereka juga menemukan berbagai jenis parfum, kemenyan dan getah
Arab yang dapat mengharumkan ruangan.
3. Dalam
bidang pertanian
Mereka
menemukan sitem pertanian yang sama sekali baru di dunia Barat dari dunia
Timur-Islam seperti model irigasi yang praktis dan jenis tumbuh-tumbuhan dan
buah-buahan yang beraneka macam. Disamping itu merka menemukan gula yang
dianggap cukup penting.
4.
Dalam bidang
perdaganagan
Sebagai
akibat hubungan perniagaan dengan Timur menyebabakan mereka menggunakan mata
uang sebagai alat tukar barang, sebelumnya mereka menggunakan sitem barter.
Kontak perdagangan antara Timur dan Barat semakin pesat, dimana Mesir dan Syria
sangat besar artinya sebagai lintas perdagangan. Kekayaan kerajaan dari rakyat
kian melimpah hingga membuka jalan perdagangan sampai ke Tanjung Harapan dan
lama kelamaan perdagangan dan kemajuan timur berpindah ke Barat (Eropa).
5. Dalam bidang astronomi
Ilmu astronomi yang dikembangkan Isam sejak abad ke-9
telah mempengaruhi lahirnya berbagai observatorium di dunia Barat. Mereka juga
meniru rumah sakit dan tempat pemandian. Berita perjalanan Marcopolo dalam
mencari benua Amerika di abad ke-13 sebagai langkah awal bagi perjalanan
Colombus ke Amerika tahun 1492 M. Sikap dan kepribadian umat Islam di Timur
telah memberikan pengaruh positif terhadap nilai-nilai kemanusiaan di Eropa
yang sebelumnya tidak mendapatkan perhatian.[20]
BAB III
PENUTUP
A. Simpulan
Perang Salib (The
Crusades) merupakan perang keagamaan selama dua
abad yang terjadi sebagai reaksi kristen di Eropa terhadap umat Islam di Asia
yang dianggap sebagai pihak penyerang.
Terjadinya Perang Salib antara Timur-Islam dengan
Barat-Kristen disebabkan oleh faktor-faktor utama yaitu agama, politik, dan
sosial ekonomi. Perang Salib yang berlangsung hampir 200 tahun itu tidak berlangsung secara
terus menerus, tetapi secara bertahap karena itulah perang salib dibagi
beberapa periode yaitu,
Perang Salib I, Perang salib II dan Perang Salib III. Secara garis besar dampak perang salib adalah Saling
tukar menukar ilmu pengetahuan antara Kristen dengan islam. meski benua Eropa
bersinggungan dengan budaya Islam selama berabad-abad melalui hubungan antara
semenanjung Liberia dengan Sicilia.
[1] Ratu Suntiah, Maslani, 2011, Sejarah
Peradaban Islam. Bandung: CV. Insan Mandiri, h. 133 dikutip dari
Ensiklopedi Islam Jilid 4, 1994, Jakarta: PT. Ichtar BaruVan Hoeve, h. 240.
[2] http://rahmahagustiani-rahmah.blogspot.com/2011/12/perang-salib-ini.html diakses pada
tanggal 14 September 2012
[3] Ratu Suntiah, Maslani, 2011, Op. Cit.,
h. 133 dikutip dari Ensiklopedi Islam Jilid 4, 1994, Jakarta: PT. Ichtar
BaruVan Hoeve, h. 240.
[5] Ibid.
[7] Ratu Suntiah, Maslani, 2011, Op. Cit., h. 134 dikutip dari Ensiklopedi Islam Jilid 4, Op. Cit., h. 240-241
[10] http://rahmahagustiani-rahmah.blogspot.com/2011/12/perang-salib-ini.html diakses pada
tanggal 14 September 2012
[14] Ibid., h. 136
[15] Ibid.
[16] Ibid.
[17] Ibid., h. 137.
[18] http://rahmahagustiani-rahmah.blogspot.com/2011/12/perang-salib-ini.html diakses pada
tanggal 14 September 2012
[20] Ibid., h. 138.
MAKALAH HIDROGEN KIMIA ANORGANIK 1
BAB I
PENDAHULUAN
Bumi
memang memiliki banyak potensi yang tidak ada batasnya. Dari dulu hingga
sekarang manusia mengolah potensi bumi ini untuk digunakan dalam kehidupan
sehari-hari. Mineral dan batubara yang terkandung dalam bumi pun sangatlah
banyak dan mungkin tidak terbatas. Bahkan ada beberapa mineral yang mungkin
sampai sekarang belum diketahui keberadaannya. Yang nantinya akan terus
bertambah dan menjadi bagian menarik dari para ilmuwan untuk ditelurusi lebih
lanjut. Belerang merupakan salah satu sumber bumi yang kaya di Indonesia.
Seperti kita ketahui, belerang atau sulfur
adalah mineral yang dihasilkan oleh proses vulkanisme.Berikut adalah informasi
mengenai belerang yang didapat dari berbagai sumber terpercaya.
Belerang atau sulfur adalah unsur kimia
dalam tabel periodik
yang memiliki lambang S dan nomor atom
16. Bentuknya adalah non-metal yang tak berasa, tak berbau dan multivalent.
Belerang, dalam bentuk aslinya, adalah sebuah zat padat kristalin kuning. Di
alam, belerang dapat ditemukan sebagai unsur murni atau sebagai mineral-
mineral sulfide
dan sulfate.
Ia adalah unsur penting untuk kehidupan dan ditemukan dalam dua asam amino.
Penggunaan komersilnya terutama dalam fertilizer
namun juga dalam bubuk mesiu,
korek api, insektisida
dan fungisida.
BAB II
PEMBAHASAN
2.1 Sejarah Sulfur
Sejarah sulfur
adalah bagian dari sejarah kuno.. Nama itu sendiri mungkin berasal dari bahasa Latin yaitu dari bahasa Oscans, seorang orang kuno yang mendiami wilayah
termasuk Vesuvius, dimana simpanan belerang yang luas. Manusia prasejarah menggunakan sulfur sebagai pigmen untuk
melukis gua, salah satu contoh tercatat dari segi pengobatan ialah dalam penggunaan belerang sebagai tonik.
Pembakaran sulfur memiliki peran dalam seremonial agama Mesir selama 4.000
tahun yang lalu. "Api dan belerang" referensi dalam Alkitab yang berhubungan dengan belerang,
menunjukkan bahwa "api neraka" yang dipicu oleh belerang. Pada awal
dari dan industri menggunakan praktis belerang dikreditkan ke Mesir, yang
menggunakan belerang dioksida untuk pemutih kapas sejak 1600 S.M.
Penggunaan
sulfur dalam bahan peledak untuk
menampilkan api terjadi
sekitar 500 S.M di Cina, dan-menghasilkan agen api yang digunakan dalam
peperangan ( kebakaran Yunani ) pada Abad Pertengahan. Pliny the Elder dalam iklan 50 melaporkan sejumlah individu menggunakan
sulfur dan ironisnya adalah dirinya sendiri tewas, dalam segala kemungkinan
dengan asap belerang, pada saat letusan Belerang dianggap oleh para ahli
alkimia sebagai prinsip mudah terbakar. Pada tahun 1777,Lavoisier mengakui sulfur sebagai sebuah
elemen meskipun dianggap oleh beberapa orang bahwa sulfur menjadi senyawa hidrogen dan oksigen;sementara sifat unsurnya dikemukakan oleh para ahli kimia Prancis yaitu Joseph Gay-Lussac dan Louis
Thenard.
2.2 Karakteristik Sulfur
Belerang
berwarna kuning pucat, padatan yang rapuh, yang tidak larut dalam air tapi
mudah larut dalam CS2 (karbon disulfida). Dalam berbagai
bentuk, baik gas, cair maupun padat, unsur belerang terjadi dengan bentuk
alotrop yang lebih dari satu atau campuran. Dengan bentuk yang
berbeda-beda, akibatnya sifatnya pun berbeda-beda dan keterkaitan antara
sifat dan bentuk alotropnya masih belum dapat dipahami.
Bentuk sulfur atau belerang:
Apabila dibakar
apinya berwarna biru dan menghasilkan gas-gas SO2 yang berbau busuk.
2.3 Sifat Fisika Sulfur
Berikut ini merupakan
sifat-sifat fisika dari sulfur:
|
Fase
|
Solid
|
|
Massa jenis (sekitar suhu kamar)
|
(alpha) 2,07 g/cm
|
|
Massa jenis (sekitar suhu kamar)
|
(beta) 1,96 g/cm
|
|
Massa jenis (sekitar suhu kamar)
|
(gamma) 1,92 g/cm
|
|
Massa jenis cair pada titik lebur
|
1,819 g/cm; 388,36 K
|
|
Titik lebur
|
115,21 C; 239,38 F; 717,8 K
|
|
Titik didih
|
444,6 C; 832,3 F
|
|
Titik kritis
|
1314 K; 20,7 Mpa
|
|
Kalor peleburan
|
(mono) 1,727 KJ/mol
|
|
Kalor penguapan
|
(momo) 45 k\KJ/mol
|
|
Kapasitas kalor
|
(25 C) 22,75 J/mol K
|
2.4 Sifat Kimia Sulfur
Berikut ini merupakan
sifat-sifat kimia dari sulfur:
|
Struktur kristal
|
Orthorhombic -1,±2,4,6
|
|
Bilangan oksidasi
|
Oksida asam kuat
|
|
Bilangan oksidasi
|
2,58 (skala Pauling)
|
|
Energi ionisasi
|
Ke 1 adalah 999,6 KJ/mol
|
|
Energi ionisasi
|
Ke 2 adalah 22252 KJ/mol
|
|
Energi ionisasi
|
Ke 3 adalah 3357 KJ/mol
|
|
Jari-jari atom
|
100 pm
|
|
Jar-jari kovalen
|
102 pm
|
|
Jari-jari vanderwaals
|
180 pm
|
2.5 Senyawa Tiol
Senyawa
tiol merupakan senyawa sulfur yang berikatan antara hidrogen dengan sulfur.
Banyak senyawa tiol adalah cairan dengan bau yang mirip dengan bau bawang putih.
Bau tiol sering kali sangat kuat dan menyengat, terutama yang bermassa molekul
ringan. Tiol akan berikatan kuat dengan protein
kulit.
Distributor gas alam
mulai menambahkan berbagai macam tiol yang berbau tajam ke dalam gas alam
yang tidak berbau tersebut setelah kasus peledakan
sekolah New London pada tahun 1937 di New London, Texas yang
mematikan. Walaupun demikian, tidak semua tiol berbau tidak sedap. Sebagai contoh,
tioterpineol bertanggung
jawab atas aroma sedap buah Citrus × paradisi.
Oleh
karena perbedaan elektronegativitas
yang rendah antara hidrogen dengan sulfur, ikatan S-H secara
praktis bersifat kovalen
nonpolar.
Sehingga ikatan S-H tiol memiliki momen dipol
yang lebih rendah dibandingkan
dengan ikatan O-H alkohol. Tiol tidak menampakkan efek ikatan hidrogen,
baik terhadap molekul air,
maupun terhadap dirinya sendiri. Oleh karena itu, tiol memiliki titik didih
yang rendah dan kurang larut
dalam air dan pelarut polar lainnya dibandingkan dengan alkohol.
Metode
pembuatan tiol mirip dengan pembuatan alkohol dan eter. Reaksinya biasanya
lebih cepat dan berendemen lebih tinggi karena anion sulfur merupakan nukleofil
yang lebih baik daripada atom oksigen.
Tiol terbentuk ketika halogenoalkana dipanaskan
dengan larutan natrium hidrosulfida.
CH3CH2Br
+ NaSH heated in ethanol(aq) → CH3CH2SH + NaBr
Selain itu, disulfida dapat dengan
mudah direduksi oleh reduktor seperti litium aluminium hidrida dalam eter
kering menjadi dua tiol.
R-S-S-R' → R-SH + R'-SH
Selain
membentuk senyawa tiol sulfur juga dapat membentuk senyawa lain. Sulfur bereaksi dengan semua logam kecuali
emas dan platinum,tidak hanya
membentuk sulfida, tetapi juga membentuk senyawa dengan beberapa unsur non-logam.
2.6 Manfaat dari belerang atau sulfur
1. Belerang sangat penting untuk
kehidupan. Belerang adalah penyusun lemak, cairan tubuh dan mineral tulang,
dalam kadar yang sedikit.
2. Belerang adalah
komponen serbuk mesiu dan digunakan dalam proses vulkanisasi karet alam dan juga berperaan sebagai
fungisida.
3. Belerang digunakan besar-besaran dalam pembuatan pupuk fosfat.
4. Berton-ton belerang digunakan untuk
menghasilkan asa sulfat, bahankimia yang sangat penting.
5. Belerang juga
digunakan untuk pembuatan kertas
sulfit dan kertas lainnya, untuk mensterilkan alat pengasap, dan untuk
memutihkan buah kering.
6.Belerang merupakan insultor yang baik.
7. Belerang dioksida adalah zat berbahaya di atmosfer, sebagai
pencemar udara.
8. Belerang juga banyak digunakan di industri
pupuk, kertas, cat, plastik, bahan sintetis, pengolahan minyak bumi, industri
karet dan ban, industri gula pasir, accu, industri kimia, bahan peledak,
pertenunan, film dan fotografi, industri logam dan besi baja.
2.7 Dampak dari Sulfur atau Belerang
Karbon
disulfida, hidrogen sulfida, dan sulfur dioksida harus ditangani dengan
hati-hati . Hidrogen sulfida kecil dalam konsentrasi akan dimetabolisme, tetapi
dalam konsentrasi yang lebih tinggi dengan cepat dapat menyebabkan kematian yang berawal dari kelumpuhan
pernafasan. Dengan cepat mematikan indera penciuman. dioksida merupakan
komponen berbahaya dalam polusi udara atmosfer.
Sulfur dioxide
(SO2) memiliki
cakupan-cakupan yang sangat mengganggu. Bila kita menghirup SO2 hanya menembus sejauh
hidung dan tenggorokan maka sejumlah kecil konsentrasi SO2 akan mencapai paru-paru. Akan
tetapi jika menghirup secara berat dalam artian ada di lokasi gas belerang
dalam waktu yang lama, maka bernapaslah hanya melalui mulut atau konsentrasi
dari SO2 akan
menjadi tinggi.
Efek dari gas
belerang terhadap manusia sangatlah bervariasi. Dimana dengan konsentrasi
rendah pada 1ppm yang telah dihirup manusia akan mengalami pengurangan fungsi
paru-paru. Meskipun pada penelitian terhadap 7 sukarelawan hanya 1 orang yang
mengalami efek tidak baik pada 1 ppm. Jika selama 10 hingga 30 menit kedapatan
konsentrasi mencapai 5 ppm akan mengakibatkan sesak napas pada cabang tenggorokan kita. Bila
kedapatan selama 20 menit mencapai konsentrasi 8 ppm akan memerahkan
tenggorokan, gangguan pada hidung, dan iritasi pada tenggorokan. Sekitar 20 ppm
merupakan titik kritis dari iritasi konsentrasi SO2, meskipun ada beberapa laporan
bahwa ada orang-orang yang bekerja pada konsentrasi melampaui 20 ppm.
Konsentrasi sebesar 500 ppm sangat tidak dianjurkan untuk dihirup oleh manusia.
Pada beberapa kasus dimana terdapat
konsentrasi SO2
yang sangat tinggi pada ruangan tertutup, dapat mengakibatkan gangguan saluran
udara, hypoxemia (kekurangan oksigen pada darah), dan kematian dalam hitungan
menit. Efek dari pulmonary edema(gangguan pada paru-paru) meliputi batuk dan
napas pendek yang dialami selama berjam-jam atau berhari-hari setelah kedapatan
menghirup konsentrasi SO2.
Gejala-gejala ini menyakitkan hati dan menguras tenaga. Hasil dari kedapatan
menghirup konsentrasi dalam waktu yang sering, akan melukai paru-paru secara
permanen.
BAB III
KESIMPULAN
Belerang
berwarna kuning pucat, padatan yang rapuh, yang tidak larut dalam air tapi
mudah larut dalam CS2 (karbon disulfida). Dalam berbagai
bentuk, baik gas, cair maupun padat, unsur belerang terjadi dengan bentuk
alotrop yang lebih dari satu atau campuran. Apabila
dibakar apinya berwarna biru dan menghasilkan gas-gas SO2 yang berbau busuk. Dengan bentuk yang
berbeda-beda, akibatnya sifatnya pun berbeda-beda dan keterkaitan antara
sifat dan bentuk alotropnya masih belum dapat dipahami.
Sulfur dapat berikatan dengan senyawa hidrogen
membentuk senyawa tiol. Metode pembuatan tiol mirip dengan pembuatan
alkohol dan eter. Reaksinya biasanya lebih cepat dan berendemen lebih tinggi
karena anion sulfur merupakan nukleofil yang lebih baik daripada atom oksigen.
Unsur belerang mempunyai manfaat dan dampaknya.
Manfaat dari belerang salah satunya adalah
belerang digunakan besar-besaran dalam pembuatan pupuk fosfat. Dan salah satu dampak dari belerang
adalah pada beberapa kasus dimana terdapat konsentrasi SO2 yang sangat tinggi pada
ruangan tertutup, dapat mengakibatkan gangguan saluran udara,hypoxemia
(kekurangan oksigen pada darah), dan kematian dalam hitungan menit.
DAFTAR
PUSTAKA
Rabu, September 19, 2012
BELAJAR TANPA PAKSAAN
pelajaran kimia SMA mungkin merasa sulit saya juga merasakan seperti itu tapi ketika saya mengajar sebagai guru saya merasa ilmu saya bertambah ketika mengajarnya kepada orang lain. malahan semakin banyak pertanyaan yang semakin bingung yang tidak terpikirkan pada waktu saya SMA jadi solusi untuk belajar yaitu salah satunya dengan mengamalkan nya kepada orang lain karena ilmu tidak seperti harta yang akan berkurang jika diberikan kepad orang lain malahan akan semakin bertambah jika kita terus memberikannya kepada orang lain subhanallah....
keinginan belajar yang besar disebabkan karena kita takut dianggap bodoh oleh orang lain bisa jadi seperti itu,,,,, jadilah seperti orang yang paling pintar dikelas maka sehinngga orang lain menganggap anda pintar dan anda akan merasa malu jika mereka bertanya anda tidak bisa menjawabnya maka anda akan belajar dengan sendirinya...
terimakasih...
keinginan belajar yang besar disebabkan karena kita takut dianggap bodoh oleh orang lain bisa jadi seperti itu,,,,, jadilah seperti orang yang paling pintar dikelas maka sehinngga orang lain menganggap anda pintar dan anda akan merasa malu jika mereka bertanya anda tidak bisa menjawabnya maka anda akan belajar dengan sendirinya...
terimakasih...
Selasa, September 04, 2012
sinopsis drama korea FAITH
SINOPSIS DRAMA KOREA FAITH EPISODE I
SINOPSIS DRAMA KOREA FAITH EPISODE 2
SINOPSIS DRAMA KOREA FAITH EPISODE 3
SINOPSIS DRAMA KOREA FAITH EPISODE4
SINOPSIS DRAMA KOREA FAITH EPISODE 2
SINOPSIS DRAMA KOREA FAITH EPISODE 3
SINOPSIS DRAMA KOREA FAITH EPISODE4
Langganan:
Postingan (Atom)



