Three Cute Cherries


Senin, November 21, 2011

peranan guru dalam BK

BAB I
PENDAHULUAN
A.    Latar Belakang
Bimbingan Konseling merupakan suatu kegiatan bantuan dan tuntunan yang diberikan kepada individu pada umumnya, dan siswa pada khususnya di sekolah. Menurut Sertzer dan Stone, bimbingan merupakan proses membantu orang perorangan untuk memahami dirinya sendiri dan lingkungan hidupnya. Sedangkan konseling sendiri berasal dari kata latin “Consilum” yang berarti “dengan” atau “bersama” dan “mengambil atau “memegang”. Maka dapat dirumuskan sebagai memegang atau mengambil bersama.’
Pada bimbingan dan konseling di Indonesia, pelayanan konseling dalam sistem pendidikan Indonesia mengalami beberapa perubahan nama. Pada kurikulum 1984 semula disebut Bimbingan dan Penyuluhan (BP), kemudian pada Kurikulum 1994 berganti nama menjadi Bimbingan dan Konseling (BK) sampai dengan sekarang. Layanan BK sudah mulai dibicarakan di Indonesia sejak tahun 1962. Namun BK baru diresmikan di sekolah di Indonesia sejak diberlakukan kurikulum 1975. Kemudian disempurnakan ke dalam kurikulum 1984 dengan memasukkan bimbingan karir didalamnya. Perkembangan BK semakin mantap pada tahun 2001 dan sampai saat ini terus berkembang
Frank Parson dikenal sebagai “Father of The Guedance Movement in American Education”. Mendirikan biro pekerjaan tahun 1908 di Boston Massachussets, yang bertujuan membantu pemuda dalam memilih karir uang didasarkan atas proses seleksi secara ilmiyah dan melatih guru untuk memberikan pelayanan sebagai koselor.
Bimbingan dan konseling yang dahulu dikenal dengan nama Bimbingan dan Penyuluhan (Guideance and Conseling), merupakan bagian tak terpisahkan dari sebuah sistem pendidikan. Sebagai sebuah sistem, kehadirannya diperlukan dalam upaya pembimbingan sikap perilaku siswa terutama dalam menghadapi perubahan-perubahan dirinya dari anak-anak menuju jenjang usia yang lebih dewasa.
Pada kenyataannya, bimbingan dan konseling ini menjadi sebuah simbol yang sering tidak berfungsi secara optimal. Pada hampir semua sekolah, fungsi bimbingan dan konseling hanya muncul jika seorang siswa menghadapi permasalahan yang memang krusial, seperti perkelahian, penyalahgunaan obat terlarang, kenakalan-kenakalan di luar batas, serta hal-hallain yang berada di luar batas kewajaran. Akibatnya, bimbingan dan konseling dalam pandangan siswa menjadi semacam ”polisi sekolah” yang akan bertindak jika siswa melanggar tata tertib sekolah. Di sisi lain, warga sekolah lainnya seperti kepala sekolah, guru-guru, dan para staf sekolah lain selalu menunjuk guru bimbingan dan konseling jika didapati adanya siswa yang memiliki permasalahan atau terlibat kasus tertentu.

Terlepas dari predikat guru bimbingan dan konseling, pada dasarnya guru adalah jabatan profesional yang harus dipertanggungjawabkan secara  profesional pula. Guru adalah jabatan yang memerlukan keahlian khusus. Sikap, perilaku dan pemikiran seorang guru harus tercermin dalam idealismenya. Oleh karena itu, pemahaman atas jabatan guru penting artinya dalam rangka mengabdikan dirinya terhadap nusa, bangsa dan negara. Jenis pekerjaan ini seharusnya tidak dapat dilakukan oleh sembarang orang di luar lingkup pendidikan. Demikian pula halnya dengan jabatan fungsional guru bimbingan dan konseling yang sesungguhnya hanya dapat dilaksanakan secara optimal oleh mereka yang memang memiliki latar belakang kependidikan seperti itu. Jika suatu jabatan fungsional dilakukan oleh orang yang tidak memiliki latar belakang pendidikan dan keprofesian yang benar, maka sangat besar kemungkinannya terjadi penyimpangan peri-laku, penyimpangan kegiatan, dan penyimpangan penafsiran di luar batas kewajaran yang seharusnya. Itulah yang terjadi dalam ruang lingkup bimbingan dan konseling.



BAB II
PEMBAHASAN
2.1       Tugas Guru Bimbingan dan Konseling
Guru bimbingan dan konseling/konselor memiliki tugas, tanggungjawab, wewenang dalam pelaksanaan pelayanan bimbingan dan konseling terhadap peserta didik. Tugas guru bimbingan dan konseling/konselor terkait dengan pengembangan diri peserta didik yang sesuai dengan kebutuhan, potensi, bakat, minat, dan kepribadian peserta didik di sekolah/madrasah.
Tugas guru bimbingan dan konseling/konselor yaitu membantu peserta didik dalam:
1.      Pengembangan kehidupan pribadi, yaitu bidang pelayanan yang membantu peserta didik dalam memahami, menilai bakat dan minat.
2.      Pengembangan kehidupan sosial, yaitu bidang pelayanan yang membantu peserta didik dalam memahami dan menilai serta mengembangkan kemampuan hubungan sosial dan industrial yang harmonis, dinamis, berkeadilan dan bermartabat.
3.      Pengembangan kemampuan belajar, yaitu bidang pelayanan yang membantu peserta didik mengembangkan kemampuan belajar untuk mengikuti pendidikan sekolah/madrasah secara mandiri.
4.      Pengembangan karir, yaitu bidang pelayanan yang membantu peserta didik dalam memahami dan menilai informasi, serta memilih dan mengambil keputusan karir.
Dalam melakukan proses pembelajaran dikelas maupun membimbing anak-anak dan siswa guru harus memperhatikan segala aspek psikologi ,perkembangan ,ingatan, memori dan pola berpikir anak .Hal ini penting untuk menumbuhkan kepercayaan dan mengembangkan potensi yang ada pada siswa atau anak agar anak dan siswa mampu tumbuh dan perkembang sesuai dengan harapan orang tua,guru dan masyarakat Permasalahan yang ada pada anak hendaknya penyelesaiannya melibatkan komponen orang tua, guru , masyarakat dan konsuler.
Orang tua,guru dan masyarakat harusnya memahami bahwa tugas sebagai guru hanya kesuksesan anak itu bukan hanya mampu mendapatkan nilai yang tinggi tetapi juga mampu mengembangan nilai spritual (kecerdasan spritual) dan kecerdasan emosian yang terkadang kecerdasan emosian dan spiritual yang mampu membawa kesuksesan terhadap anak dalam kehidupan di masyarakat.
Dalam belajar haruslah diperhatikan faktor yang memperbaruhi sisiwa dalam memperoleh dan mengingat pengetahuan . Oleh sebab itu guru haruslah memperhatikan hal tersebut dalam memlakukan pembelajaran dikelas dengan memperhatikan hal tersebut pengetahuan yang diberikan oleh guru akan menjadi ingatan yang setia dalam memori siswa.
Dalam melakukan proses pembelajaran dikelas maupun membimbing anak-anak dan siswa guru harus memperhatikan segala aspek psikologi ,perkembangan ,ingatan, memori dan pola berpikir anak. Hal ini penting untuk menumbuhkan kepercayaan dan mengembangkan potensi yang ada pada siswa atau anak agar anak dan siswa mampu tumbuh dan perkembang sesuai dengan harapan orang tua,guru dan masyarakat Permasalahan yang ada pada anak hendaknya penyelesaiannya melibatkan komponen orang tua, guru , masyarakat dan konsuler.
Orang tua, guru dan masyarakat harusnya memahami bahwa tugas sebagai guru hanya kesuksesan anak itu bukan hanya mampu mendapatkan nilai yang tinggi tetapi juga mampu mengembangan nilai spritual (kecerdasan spritual) dan kecerdasan emosian yang terkadang kecerdasan emosian dan spiritual yang mampu membawa kesuksesan terhadap anak dalam kehidupan di masyarakat.
2.2       Perlunya Bimbingan dan Konseling di sekolah
            Jika ditinjau secara mendalam, setidaknya ada tiga hal utama yang melatarbelangi perlunya bimbingan yakni tinjauan secara umum, sosio kultural dan aspek psikologis. Secara umum, latar belakang perlunya bimbingan berhubungan erat dengan pencapaian tujuan pendidikan nasional, yaitu: meningkatkan kualitas sumber daya manusia Indonesia yaitu manusia yang beriman dan bertaqwa terhadap Tuhan Yang Maha Esa, berbudi pekerti luhur, berkepribadian, berdisiplin, bekerja keras, tangguh, bertanggung jawab, mandiri, cerdas dan terampil serta sehat jasmani dan rohani. Untuk mewujudkan tujuan tersebut sudah barang tentu perlu mengintegrasikan seluruh komponen yang ada dalam pendidikan, salah satunya komponen_bimbingan.
Bila dicermati dari sudut sosio kultural, yang melatarbelakangi perlunya proses bimbingan adalah adanya perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi yang pesat sehingga berdampak disetiap dimensi kehidupan. Hal tersebut semakin diperparah dengan laju pertumbuhan penduduk yang tinggi, sementara laju lapangan pekerjaan relatif menetap.
Menurut Tim MKDK IKIP Semarang (1990:5-9) ada lima hal yang melatarbelakangi perlunya layanan bimbingan di sekolah yakni:
(1) masalah perkembangan individu,
(2) masalah perbedaan individual,
(3) masalah kebutuhan individu,
(4) masalah penyesuaian diri dan kelainan tingkah laku, dan
(5) masalah belajar
2.3       Fungsi Bimbingan dan Konseling di Sekolah
Sugiyo dkk (1987:14) menyatakan bahwa ada tiga fungsi bimbingan dan konseling, yaitu:
a. Fungsi penyaluran ( distributif )
Fungsi penyaluran ialah fungsi bimbingan dalam membantu menyalurkan siswa-siswa dalam memilih program-program pendidikan yang ada di sekolah, memilih jurusan sekolah, memilih jenis sekolah sambungan ataupun lapangan kerja yang sesuai dengan bakat, minat, cita-cita dan ciri- ciri kepribadiannya. Di samping itu fungsi ini meliputi pula bantuan untuk memiliki kegiatan-kegiatan di sekolah antara lain membantu menempatkan anak dalam kelompok belajar, dan lain-lain.
b. Fungsi penyesuaian ( adjustif )
Fungsi penyesuaian ialah fungsi bimbingan dalam membantu siswa untuk memperoleh penyesuaian pribadi yang sehat. Dalam berbagai teknik bimbingan khususnya dalam teknik konseling, siswa dibantu menghadapi dan memecahkan masalah-masalah dan kesulitan-kesulitannya. Fungsi ini juga membantu siswa dalam usaha mengembangkan dirinya secara optimal.
c. Fungsi adaptasi ( adaptif )
Fungsi adaptasi ialah fungsi bimbingan dalam rangka membantu staf sekolah khususnya guru dalam mengadaptasikan program pengajaran dengan ciri khusus dan kebutuhan pribadi siswa-siswa. Dalam fungsi ini pembimbing menyampaikan data tentang ciri-ciri, kebutuhan minat dan kemampuan serta kesulitan-kesulitan siswa kepada guru. Dengan data ini guru berusaha untuk merencanakan pengalaman belajar bagi para siswanya. Sehingga para siswa memperoleh pengalaman belajar yang sesuai dengan bakat, cita-cita, kebutuhan dan minat (Sugiyo, 1987:14)
2.4       Peranan Guru Dalam Bimbingan Konseling
Peran guru dalam bimbingan konseling, meliputi :
  1. Peran guru kelas/mata pelajaran
Di sekolah, tugas dan tanggung jawab utama guru adalah melaksanakan kegiatan pembelajaran siswa. Kendati demikian, bukan berarti dia sama sekali lepas dengan kegiatan pelayanan bimbingan dan konseling. Peran dan konstribusi guru mata pelajaran tetap sangat diharapkan guna kepentingan efektivitas dan efisien pelayanan Bimbingan dan Konseling di sekolah. Bahkan dalam batas-batas tertentu guru pun dapat bertindak sebagai konselor bagi siswanya. Wina Senjaya (2006) menyebutkan salah satu peran yang dijalankan oleh guru yaitu sebagai pembimbing dan untuk menjadi pembimbing baik guru harus memiliki pemahaman tentang anak yang sedang dibimbingnya. Sementara itu, berkenaan peran guru mata pelajaran dalam bimbingan dan konseling, Sofyan S. Willis (2005) mengemukakan bahwa guru-guru mata pelajaran dalam melakukan pendekatan kepada siswa harus manusiawi-religius, bersahabat, ramah, mendorong, konkret, jujur dan asli, memahami dan menghargai tanpa syarat. Prayitno (2003) memerinci peran, tugas dan tanggung jawab guru-guru mata pelajaran dalam bimbingan dan konseling adalah :
  1. Membantu memasyarakatkan pelayanan bimbingan dan konseling kepada siswa
  2. Membantu guru pembimbing/konselor mengidentifikasi siswa-siswa yang memerlukan layanan bimbingan dan konseling, serta pengumpulan data tentang siswa-siswa tersebut.
  3. Mengalih tangankan siswa yang memerlukan pelayanan bimbingan dan konseling kepada guru pembimbing/konselor
  4. Menerima siswa alih tangan dari guru pembimbing/konselor, yaitu siswa yang menuntut guru pembimbing/konselor memerlukan pelayanan pengajar /latihan khusus (seperti pengajaran/ latihan perbaikan, program pengayaan).
  5. Membantu mengembangkan suasana kelas, hubungan guru-siswa dan hubungan siswa-siswa yang menunjang pelaksanaan pelayanan pembimbingan dan konseling.
  6. Memberikan kesempatan dan kemudahan kepada siswa yang memerlukan layanan/kegiatan bimbingan dan konseling untuk mengikuti /menjalani layanan/kegiatan yang dimaksudkan itu.
  7. 7)      Berpartisipasi dalam kegiatan khusus penanganan masalah siswa, seperti konferensi kasus.
  8. Membantu pengumpulan informasi yang diperlukan dalam rangka penilaian pelayanan bimbingan dan konseling serta upaya tindak lanjutnya.
Implementasi kegiatan BK dalam pelaksanaan Kurikulum Berbasis Kompetensi sangat menentukan keberhasilan proses belajar-mengajar. Oleh karena itu peranan guru kelas dalam pelaksanaan kegiatan BK sangat penting dalam rangka mengefektifkan pencapaian tujuan pembelajaran yang dirumuskan.
Sardiman (2001:142) menyatakan bahwa ada sembilan peran guru dalam kegiatan BK, yaitu:
  1. Informator, guru diharapkan sebagai pelaksana cara mengajar informatif, laboratorium, studi lapangan, dan sumber informasi kegiatan akademik maupun umum.
  2. Organisator, guru sebagai pengelola kegiatan akademik, silabus, jadwal pelajaran dan lain-lain.
  3. Motivator, guru harus mampu merangsang dan memberikan dorongan serta reinforcement untuk mendinamisasikan potensi siswa, menumbuhkan swadaya (aktivitas) dan daya cipta (kreativitas) sehingga akan terjadi dinamika di dalam proses belajar-mengajar.
  4. Director, guru harus dapat membimbing dan mengarahkan kegiatan belajar siswa sesuai dengan tujuan yang dicita-citakan.
  5. Inisiator, guru sebagai pencetus ide dalam proses belajar-mengajar.
  6. Transmitter, guru bertindak selaku penyebar kebijaksanaan dalam pendidikan dan pengetahuan.
  7. Fasilitator, guru akan memberikan fasilitas atau kemudahan dalam proses belajar-mengajar.
  8. Mediator, guru sebagai penengah dalam kegiatan belajar siswa.
  9. Evaluator, guru mempunyai otoritas untuk menilai prestasi anak didik dalam bidang akademik maupun tingkah laku sosialnya, sehingga dapat menentukan bagaimana anak didiknya berhasil atau tidak.
Sedangkan dalam pengertian pendidikan yang terbatas, Abin Syamsuddin dengan mengutip pemikiran Gage dan Berliner, mengemukakan peran guru dalam proses pembelajaran peserta didik, yang mencakup :
  1. Guru sebagai perencana (planner) yang harus mempersiapkan apa yang akan dilakukan di dalam proses belajar mengajar (pre-teaching problems).;
  2. Guru sebagai pelaksana (organizer), yang harus dapat menciptakan situasi, memimpin, merangsang, menggerakkan, dan mengarahkan kegiatan belajar mengajar sesuai dengan rencana, di mana ia bertindak sebagai orang sumber (resource person), konsultan kepemimpinan yang bijaksana dalam arti demokratik & humanistik (manusiawi) selama proses berlangsung (during teaching problems).
  3. Guru sebagai penilai (evaluator) yang harus mengumpulkan, menganalisa, menafsirkan dan akhirnya harus memberikan pertimbangan (judgement), atas tingkat keberhasilan proses pembelajaran, berdasarkan kriteria yang ditetapkan, baik mengenai aspek keefektifan prosesnya maupun kualifikasi produknya.
Selanjutnya, dalam konteks proses belajar mengajar di Indonesia, Abin Syamsuddin menambahkan satu peran lagi yaitu sebagai pembimbing (teacher counsel), di mana guru dituntut untuk mampu mengidentifikasi peserta didik yang diduga mengalami kesulitan dalam belajar, melakukan diagnosa, prognosa, dan kalau masih dalam batas kewenangannya, harus membantu pemecahannya (remedial teaching).
Di lain pihak, Moh. Surya (1997) mengemukakan tentang peranan guru di sekolah, keluarga dan masyarakat. Di sekolah, guru berperan sebagai perancang pembelajaran, pengelola pembelajaran, penilai hasil pembelajaran peserta didik, pengarah pembelajaran dan pembimbing peserta didik. Sedangkan dalam keluarga, guru berperan sebagai pendidik dalam keluarga (family educator). Sementara itu di masyarakat, guru berperan sebagai pembina masyarakat (social developer), penemu masyarakat (social inovator), dan agen masyarakat (social agent).
Lebih jauh, dikemukakan pula tentang peranan guru yang berhubungan dengan aktivitas pengajaran dan administrasi pendidikan, diri pribadi (self oriented), dan dari sudut pandang psikologis.
Dalam hubungannya dengan aktivitas pembelajaran dan administrasi pendidikan, guru berperan sebagai :
  1. Pengambil inisiatif, pengarah, dan penilai pendidikan;
  2. Wakil masyarakat di sekolah, artinya guru berperan sebagai pembawa suara dan kepentingan masyarakat dalam pendidikan;
  3. Seorang pakar dalam bidangnya, yaitu menguasai bahan yang harus diajarkannya;
  4. Penegak disiplin, yaitu guru harus menjaga agar para peserta didik melaksanakan disiplin;
  5. Pelaksana administrasi pendidikan, yaitu guru bertanggung jawab agar pendidikan dapat berlangsung dengan baik;
  6. Pemimpin generasi muda, artinya guru bertanggung jawab untuk mengarahkan perkembangan peserta didik sebagai generasi muda yang akan menjadi pewaris masa depan; dan
  7. Penterjemah kepada masyarakat, yaitu guru berperan untuk menyampaikan berbagai kemajuan ilmu pengetahuan dan teknologi kepada masyarakat.
Di pandang dari segi diri-pribadinya (self oriented), seorang guru berperan sebagai :
  1. Pekerja sosial (social worker), yaitu seorang yang harus memberikan pelayanan kepada masyarakat;
  2. Pelajar dan ilmuwan, yaitu seorang yang harus senantiasa belajar secara terus menerus untuk mengembangkan penguasaan keilmuannya;
  3. Orang tua, artinya guru adalah wakil orang tua peserta didik bagi setiap peserta didik di sekolah;
  4. model keteladanan, artinya guru adalah model perilaku yang harus dicontoh oleh mpara peserta didik; dan
  5. Pemberi keselamatan bagi setiap peserta didik. Peserta didik diharapkan akan merasa aman berada dalam didikan gurunya.

Dari sudut pandang secara psikologis, guru berperan sebagai :
  1. Pakar psikologi pendidikan, artinya guru merupakan seorang yang memahami psikologi pendidikan dan mampu mengamalkannya dalam melaksanakan tugasnya sebagai pendidik;
  2. seniman dalam hubungan antar manusia (artist in human relations), artinya guru adalah orang yang memiliki kemampuan menciptakan suasana hubungan antar manusia, khususnya dengan para peserta didik sehingga dapat mencapai tujuan pendidikan;
  3. Pembentuk kelompok (group builder), yaitu mampu mambentuk menciptakan kelompok dan aktivitasnya sebagai cara untuk mencapai tujuan pendidikan;
  4. Catalyc agent atau inovator, yaitu guru merupakan orang yang yang mampu menciptakan suatu pembaharuan bagi membuat suatu hal yang baik; dan
  5. Petugas kesehatan mental (mental hygiene worker), artinya guru bertanggung jawab bagi terciptanya kesehatan mental para peserta didik.
Sementara itu, Doyle sebagaimana dikutip oleh Sudarwan Danim (2002) mengemukan dua peran utama guru dalam pembelajaran yaitu menciptakan keteraturan (establishing order) dan memfasilitasi proses belajar (facilitating learning). Yang dimaksud keteraturan di sini mencakup hal-hal yang terkait langsung atau tidak langsung dengan proses pembelajaran, seperti : tata letak tempat duduk, disiplin peserta didik di kelas, interaksi peserta didik dengan sesamanya, interaksi peserta didik dengan guru, jam masuk dan keluar untuk setiap sesi mata pelajaran, pengelolaan sumber belajar, pengelolaan bahan belajar, prosedur dan sistem yang mendukung proses pembelajaran, lingkungan belajar, dan lain-lain.
Sejalan dengan tantangan kehidupan global, peran dan tanggung jawab guru pada masa mendatang akan semakin kompleks, sehingga menuntut guru untuk senantiasa melakukan berbagai peningkatan dan penyesuaian kemampuan profesionalnya. Guru harus lebih dinamis dan kreatif dalam mengembangkan proses pembelajaran peserta didik. Guru di masa mendatang tidak lagi menjadi satu-satunya orang yang paling well informed terhadap berbagai informasi dan pengetahuan yang sedang tumbuh, berkembang, berinteraksi dengan manusia di jagat raya ini. Di masa depan, guru bukan satu-satunya orang yang lebih pandai di tengah-tengah peserta didiknya.
Jika guru tidak memahami mekanisme dan pola penyebaran informasi yang demikian cepat, ia akan terpuruk secara profesional. Kalau hal ini terjadi, ia akan kehilangan kepercayaan baik dari peserta didik, orang tua maupun masyarakat. Untuk menghadapi tantangan profesionalitas tersebut, guru perlu berfikir secara antisipatif dan proaktif. Artinya, guru harus melakukan pembaruan ilmu dan pengetahuan yang dimilikinya secara terus menerus. Disamping itu, guru masa depan harus paham penelitian guna mendukung terhadap efektivitas pengajaran yang dilaksanakannya, sehingga dengan dukungan hasil penelitiaan guru tidak terjebak pada praktek pengajaran yang menurut asumsi mereka sudah efektif, namum kenyataannya justru mematikan kreativitas para peserta didiknya. Begitu juga, dengan dukungan hasil penelitian yang mutakhir memungkinkan guru untuk melakukan pengajaran yang bervariasi dari tahun ke tahun, disesuaikan dengan konteks perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi yang sedang berlangsung.


BAB III
PENUTUP

Kesimpulan
Dari penjelasan di atas dapat disimpulkan bahwa bimbingan dan konseling ditujukan untuk membimbing dan mengarahkan individu melalui usahanya sendiri untuk menentukan dan mengembangkan kemampuannya agar memperoleh kegahagiaan pribadi serta bertujuan agar individu dapat mengembangkan dirinya secara optima/sesuai dengan potensi yang dimilikinya.
Bimbingan dalam rangka merencanakan masa depan ditujukan agar peserta didik mampu mempertimbangkan dan mengabil keputusan tentang masa depan dirinya, baik yang menyangkkut bidang pendidikan, bidnag karir, maupun bidnag budaya, keluarga dan masyarakat.
Bimbingan disini suatu proses membantu individu melalui usaha sendiri untuk menentukan dan mengembangkan kemampuannya agar memperoleh kebahagiaan pribadi dan kemanfaatan sosial, makadari itu peran dari sekola, orang tua murid, dan juga guru haruslah sinergi dalam membantu masalah-masalah yang timbul  dalam rangka upaya agar siswa dapat menemukan pribadi, mengenal lingkungan, dan merencanakan masa depan.









DAFTAR PUSTAKA

Depdiknas. 2009. Pedoman Pelaksanaan Tugas Guru dan Pengawas: Jakarta,
buku: DASAR – DASAR KONSELING tinjauan teori dan praktek
Penulis: Drs. Abu Bakar M Luddin, M.Pd., Ph.D
http://id.wikipedia.org/wiki/Konselor_pendidikan

Minggu, November 20, 2011

praktikum amil asetat





AMYL ASETAT


Tujuan Percobaan            :              Mahasiswa dapat mengetahni proses pembuatan alkil asetat dari reaksi antara alkohol primer dengan asam karboksilat.
Bahan yang digunakan     :              Amyl alkohol
Asam cuka glasial
Asam sulfat pekat 96 - 98 %.
Natrium bikarbonat (NaHC03)jenuh
Kristal Magnesiurn sulfat
Aquadest
Es

Alat-alat yang digunakan :
1.
Beker Gelas 150 ml
6. labu leher dua 500 ml

2.
Thermometer
7. Corong pemisah

3.
Gelas Ukur 100 ml
8. Pengaduk

4.
Lampu spritus
9. Erlenmeyer 100 ml

5.
Hot Plate
10.Peralatan destilasi lengkap
Prosedur               :
1.                     Masukan 20 ml amyl alkohol d.alam sebuah labu leher dua yang berukuran 500 ml, kemudian tambahkan sediltit demi sedikit asam sulfat pekat sebanyak 14 rnl.
2.                     Setelah itu tambahkan pula asam cuka glasial sebanyak 60 rnl.
3.                     Siapkan peralatan destilasi, dan lakukan proses destilasi pada suhu 135 ­160°C selama 3 jam.
4.                     Tampung destilat dalam erlenmeyer, dan masukan dalam corong pemisah.
5.                     Tambahkan 60 ml aquadest kedalam corong pemisah dan kocok. Setelah itu didiamkan beberapa menit maka akan terdapat dua lapisan.
6.                     Lapisan bagian dibawah dikeluarkan dan ditampung, lapisan bagian atas merupakan senyawa ester biarkan dalam corong
7.                     Pada lapisan ester tambahkan 50 ml air dan  14 ml Natrium bikarbonat kemudian kocok. Setelah itu didiamkan beberapa menit, terdapat dua lapisan larutan.
8.                     Pisahkan lapisan bagian bawah dan ditampung, pada bagian atas ditambahkan 4 g kristal Magnesium Sulfat, kemudian kocok.
9.                     Saring larutan, dapatkan cairan tak benwana yang berbau sedap (aroma pisang)
10.                Timbang destilat dan tentukan massanya.

modul praktikum kimia ORGANIK





ISO BUTYL ALDEHID


Tujuan Percobaan            :              Mahasiswa dapat mengetahni proses pembuatan aldehid dengan cara oksidasi alkohol primer

Bahan yang digunakan     :              Iso butyl alkohol
Kristal kalium bikromat
Asam sulfat pekat
Aquadest
Es

Alat-alat yang digunakan :
1.
Beker Gelas 150 ml
6. labu leher dua 500 ml

2.
Thermometer
7. Corong pemisah

3.
Gelas Ukur 100 ml
8. Pengaduk

4.
Lampu spritus
9. Erlenmeyer 100 ml

5.
Hot Plate
10.Peralatan destilasi lengkap

Prosedur
1.                     Masukan 26 ml isobutyl alkohol daiam sebuah labu lener tiga yang berukuran 500 ml.
2.                    Siapkan campuran dalam beker gelas 16 gam K2Cr2O7kristal, 85 ml aquadest dan 12 ml asam sulfat pekat (terlebih dahulu aquadest, asam sulfat kemudian kalium bikromat kemudian didinginkan.
3.                     Setelah dingin campurkan larutan tersebut kedalam labu leher tiga.
4.                     Siapkan peralatan destilasi, kemudian lakukan proses destilasi, dijaga suhu uap 75 - 80°C.
5.                     Destilat yang keluar ditampung dalam erlenmeyer yang didinginkan dengan es. Tentukan volume dan beratnya.
6.                     Gas yang timbul ditampung dalam air melewati selang plastik.

Data Percobaan              :
Perhitungan              :
Pembahasan              :
Kesimpulan              :
Pertanyaan              :
a)  TuJiskan mekallisme reaksi dari percobaan ini !
b)  Berikan reaksi yang lain untuk proses pembuatan aldehid !
c)   Tuliskan sifat-sifat aldehid
d)  Selain kalium bikromat, pengoksidator apa lagi yang dapat digunakan !

Kamis, November 17, 2011

tak tik telkomsel flash murah

aTELKOMSEL FLASH
Mungkin kebanyakan dari kalian sudah mengetahui akan fasilitas telkomsel ini. Ya Operator telkomsel memberikan kemudahan bagi pelangganya dengan menyediakan Paket Telkomsel Flash yang secara normal dengan pulsa 10000-15MB 20000-35MB dll,
Tapi untuk pengguna ID CAMPUS, telkomsel memberikan paket internet dengan harga 10000-35MB, nah terus bagaiman caranya bagi yang bukan anggota CAMPUS COMMUNITY biar bisa dapet paket internet dengan harga tersebut??
mmm..caranya mudah kok


* Cara Pertama : Mendaftar ID Campus Terlebih Dahulu

1. Kirim sms ke 8888 dengan mengetikan “kampus itb” nama kampus bisa apa saja, jika gagal coba lagi dengan nama kampus yang lain. Kemudian jika berhasil, kamu akan mendapatkan balasan sms seperti berikut.
“ Selamat bergabung di Mobile Campus Community. Nikmati tarif GPRS Rp. 1/KB, Discount Flash 50% & Info seputar Lowongan Kerja, Beasiswa ter Updated ”
2. Ketik sms, “FC ON 10000?, kirim ke 3636
Kemudian kamu akan mendapatkan balasan sms seperti berikut.
“ Anda akan membeli paket Rp.10000 (50%) utk 35MB (berlaku 30hr). dg FC(spasi)YA untuk melanjutkan. Tunggu SMS konfirmasi Pengaktifan Paket. ”
3. Terakhir ketik sms, “FC YA”, kirim ke 3636
Kemudian kamu akan mendapatkan sms balasan seperti berikut.
“ Paket Telkomsel Flash Rp.10000 (50%) untuk 35MB telah ditambahkan ke paket existing. Ketik FC(spasi)INFO kirim ke 3636 untuk status paket Anda. ”


CARA KEDUA Langsung Kirim " FC ON 1000 " ke 3636
Cara yang satu ini selalu saya gunakan, tapi saya saya sudah mendaftar SCHOOL COMMUNITY. Untuk yang belum mendaftar school community, silakan coba dulu cara ini, semoga berhasil.
Kemudian anda akan mendapat balasan seperti pada contoh pertama.
Step by step, dah selesai deh.
Semoga bermanfaat....

Senin, November 14, 2011

mengapa macet bikin orang kesal

Baiklah atau amerika membawa demokrasi ke negara andaJawabannya terletak pada jumlah stiker mobil anda. Semakin banyak stiker di mobil anda, semakin besar kemungkinan kalau anda orang yang agresif saat berada di dalam mobil. Tidak peduli apakah stiker itu bunyinya : Doa Ibu Sepanjang Jalan, Selamatkan Panda dari Kepunahan atau Cewek Cakep Boleh Numpang. Selama itu ditempel di mobil anda, anda orang yang agresif dalam berkendara.
Terjemahan: Jangan Dekat-Dekat.
Secara psikologi, ini namanya tanda teritorial untuk mempertegas zona proksemik. Setiap orang punya zona pribadi. Kadang hanya sedepa, kadang sebesar kamar. Ini mengapa saat orang asing duduk di samping anda di bangku, anda bergeser sedikit menjauh. Orang asing itu mencoba memasuki zona pribadi anda. Biasanya tanda teritorial untuk mempertegas zona proksemik ini adalah meletakkan barang seperti tas atau buku di samping anda duduk, atau dalam kasus kursi kecil dengan meja, anda mempertegas zona proksemik dengan meletakkan barang-barang anda di atas meja. Dengan cara ini, orang lain merasa segan untuk duduk di samping atau di depan anda.
Ketika kita mengendarai mobil, maka kepribadian kita meluas. Seluas mobil tersebut. Akibatnya, zona pribadi kita lebih luas lagi, beberapa inci atau beberapa depa. Ketika mobil lain ada di depan, atau di samping, ia melanggar zona pribadi kita. Tapi berbeda dengan cewek kuntilanak yang bisa bergeser saat ada cewek lain duduk disampingnya sambil smsan, kita tidak bisa bergeser ke samping atau kemanapun, namanya juga macet. Akibatnya kita kesal.

hormon cinta membantu perkembangan otak

Begitu banyak kimia tubuh yang dikendalikan oleh otak – dari tekanan darah, nafsu makan hingga metabolisme makanan. Dalam penelitian yang dipublikasikan baru-baru ini dalam Developmental Cell, sebuah tim ilmuwan yang dipimpin Dr. Gil Levkowitz dari Institut Weizmann, telah mengungkapkan struktur yang tepat pada satu area otak yang penting, di mana perintah-perintah biokimia dihantarkan dari sel-sel otak ke aliran darah, lalu dari situ ke tubuh. Dalam prosesnya, mereka menemukan peran baru yang mengejutkan pada “hormon cinta”, menunjukkan bahwa hormon ini membantu mengarahkan perkembangan struktur otak tersebut.
Area yang bersangkutan, yaitu neurohypophysis, merupakan sebuah antarmuka antara serat saraf dan pembuluh darah yang terletak di dasar otak. Berikut ini, beberapa interaksi tubuh-otak besar yang terjadi: Hormon yang dilepaskan dari saraf ke dalam pembuluh darah mengatur serangkaian proses tubuh yang vital, termasuk keseimbangan cairan dan kontraksi uterus saat melahirkan.
Meskipun neurohypophysis telah dipelajari selama lebih dari satu abad, para ilmuwan dalam penelitian ini mengembangkan alat genetik baru yang memungkinkan mereka dapat memeriksa susunan tiga-dimensi struktur otak yang tepat dan memperjelas proses seluler dan molekuler yang mengarah pada pembentukannya.
Karena neurohypophysis manusia begitu kompleks, para ilmuwan melakukan penelitian pada embrio ikan zebra yang hidup. Embrio ini sepenuhnya transparan, menawarkan model yang unik untuk mempelajari otak vertebrata, memanfaatkan ikan ini untuk memanipulasi genetik dengan relatif mudah dan memungkinkan para peneliti mengamati pembentukan neurohypophysis yang sebenarnya di bawah mikroskop.
Studi ini mengungkapkan fungsi baru yang mengejutkan pada hormon oksitosin. Hormon “pembawa pesan” ini dijuluki “hormon cinta” karena, di samping mengontrol nafsu makan dan perilaku reproduksi wanita seperti pemberian ASI, hormon ini juga terlibat dalam ikatan ibu-anak dan pasangan. Para ilmuwan menunjukkan bahwa oksitosin, salah satu dari dua hormon utama yang disekresi dalam neurohypophysis dewasa, terlibat dalam pengembangan area otak ini pada embrio. Pada tahap ini, oksitosin mengatur pembentukan pembuluh darah baru.
“Hormon pembawa pesan itu membantu membangun jalan bagi transmisi pesannya sendiri di masa depan,” kata Levkowitz. Developmental Cell menyoroti temuan penelitian ini dalam preview berjudul, “The Hormone of Love Attracts a Partner for Life.”
Temuan ini merupakan kemajuan penting dalam penelitian dasar karena memberi titik terang tentang proses otak yang mendasar, tapi di masa depan mungkin juga relevan untuk pengobatan penyakit. Karena neurohypophysis merupakan salah satu dari beberapa bagian otak yang mampu beregenerasi setelah cedera, pemahaman tentang bagaimana area ini terbentuk mungkin suatu saat membantu mencapai regenerasi di bagian-bagian sistem saraf pusat lainnya.

Jumat, November 11, 2011

kandungana asap roko

Ada bukti konklusif kalau tar yang terkandung dalam asap rokok dapat menyebabkan kanker paru; faktor utamanya adalah usia individu saat mulai merokok, kedalaman hisapan dan jumlah rokok yang dikonsumsi per hari. Polonium, sebuah unsur radioaktif, juga diketahui hadir dalam asap rokok; lebih dari 100 senyawa telah ditemukan termasuk nikotin, cresol, karbon monoksida, pyridene dan benzopyrene, yang terakhir ini adalah zat karsinogen (penyebab kanker).
Walau ada 100 lebih senyawa, berikut senyawa-senyawa penting saja yang dibahas.
Ammonia
Rumus molekul NH3. Umumnya digunakan untuk pupuk dan pada pabrik serat dan perantara plastik. Sudah dikenal semenjak zaman purba. Pada suhu dan tekanan standar, NH3 adalah gas yang tidak berwarna dengan bau menusuk bila dalam konsentrasi kecil. Dalam konsentrasi besar, mampu menghasilkan sensasi ketika dihirup.
Arsen
Senyawa kimia dengan simbol As. Nomor atom 33. Menyublim bila dipanaskan dan tidak berubah pada udara yang kering, namun film oksida terbentuk di udara lembab. Bila dipanaskan pada suhu 180 derajat Celsius di udara membentuk arsenik trioksida yang berbau bawang putih dan beracun.
Butana
Rumus molekul C4H10. Merupakan salah satu jenis hidrokarbon asiklik jenuh. Toksisitas rendah.
Cadmium
Unsur kimia dengan simbol Cd dan nomor atom 48. Selalu berasosiasi dengan seng walaupun hanya menyusun 0.15 bpj kerak bumi di urutan ke 57. Memiliki sifat racun, khususnya dalam bentuk serbuk dan potongan. Manfaat utamanya adalah untuk memperkuat daya tahan baja terhadap karat.
Karbon Monoksida
Rumus molekul CO, merupakan jenis oksida karbon. Merupakan senyawa karbon inorganik. Merupakan hasil pembakaran tidak sempurna karena hanya memuat satu atom oksigen. Ditemukan dalam asap knalpot. Tidak berbau dan tidak berwarna namun sangat beracun. Afinitasnya terhadap hemoglobin darah 300 kali lebih kuat dari oksigen sehingga paparan gas ini dapat mengurangi atau sepenuhnya menghilangkan kemampuan hemoglobin mengangkut oksigen ke seluruh tubuh, menyebabkan kematian bila dalam konsentrasi tinggi.
Hydrogen Sianida
Rumus kimia HCN. Sangat beracun. Merupakan hasil dari reaksi amonia, metana, oksigen dan nitrogen.
Metanol
Nama lainnya metil alkohol. Rumus kimia CH3OH. Saat terbakar, metanol memiliki asap biru dengan api transparan. Pengaruh terbesar pada selaput lendir. Dalam tubuh, produk ini terbentuk oleh oksidasi dengan formaldehida dan asam formik, keduanya beracun.
Naphthalene
Senyawa ini adalah turunan dari tar batu bara. Merupakan hasil dari distilasi tar mentah menjadi minyak kimia. Pemberian larutan caustik pada minyak kimiawi menghasilkan lapisan minyak. Lapisan minyak kemudian diberi larutan asam sehingga menjadi lapisan minyak netral. Lapisan minyak netral kemudian di distilasi dan produk akhirnya adalah naphthalene.
Phenol
Rumus kimia C6H5OH, nama lainnya asam karbolik, asam fenilik, benzofenol atau hidroksibenzena. Merupakan senyawa hidroksi aromatik paling sederhana. Phenol juga merupakan petrokimia paling penting. Biasa digunakan untuk pelapis triplek. Ia memiliki bau khas dan rasa terbakar yang tajam. Beracun bila dihirup, dicerna atau diserap oleh kulit. Ia juga mengakibatkan iritasi. Bila ada dalam larutan yang sangat lemah, ia akan terasa manis.
Polonium – 210
Isotop dari unsur kimia Polonium. Merupakan isotop Polonium paling stabil dalam deret radioaktif Uranium dengan waktu paruh (half life) 138,4 hari. Muncul secara alamiah hanya sebagai hasil peluruhan dari thorium dan uranium.
Toluena
Rumus kimia C7H8. Umum diproduksi bersama dengan bensin, xylena, dan aromatik C9 lewat pembentukan ulang katalitik C6-C9 naphtha.
Uretan
Rumus kimianya adalah CO(NH2)OC2H5, yang disebut juga etil karbamat atau etil uretan. Terbentuk karena pemanasan etanol dan urea nitrat pada suhu 120-130 derajat Celsius atau karena tindakan amonia pada etil karbonat atau etil kloroformat.
Vinyl klorida
Rumus kimia CH2=CHCl. Pengaruh terbesarnya ada pada kulit manusia yang dapat menyebabkan sindrom Raynaud, lisis tulang distal di jari dan dermatitis fibrosa. Menghirup gas vinyl klorida selama bertahun-tahun dapat menyebabkan jenis kanker hati yang langka, angiosarkoma. Vinyl klorida digunakan sebagai bahan dasar pembuatan plastik PVC.
Referensi
Van Nostrand’s Encyclopedia of Science

tidak ada hubungan nya tumor otak dan nelepon

Tidak ada hubungan antara penggunaan jangka panjang ponsel dan tumor otak atau tumor sistem saraf pusat, demikian temuan dalam penelitian baru yang dipublikasikan dalam British Medical Journal.
Jumlah pengguna ponsel terus meningkat dengan lebih dari lima miliar pelanggan di seluruh dunia pada tahun 2010. Hal ini menyebabkan kekhawatiran tentang potensi efek yang merugikan kesehatan, terutama tumor pada sistem saraf pusat.
Penelitian sebelumnya terhadap hubungan antara penggunaan ponsel dan tumor telah cukup meyakinkan, terutama bagi penggunaan ponsel dalam jangka panjang. Beberapa studi sebelumnya, yang mengambil bentuk studi kasus kontrol, hanya melibatkan sejumlah kecil pengguna jangka panjang dan terbukti rentan terhadap kesalahan dan bias. Badan Internasional untuk Penelitian Kanker (IARC) baru-baru ini bahkan mengklasifikasikan medan elektromagnetik frekuensi radio, seperti yang dipancarkan ponsel, sebagai kemungkinan karsinogenik pada manusia.
Satu-satunya studi cohort (studi analisis di mana kelompok yang memiliki karakteristik serupa dimonitor dari waktu ke waktu bersamaan dengan kelompok lain yang berbeda karakteristik), yang menyelidiki penggunaan ponsel dan kanker, hanyalah studi nasional Denmark yang membandingkan risiko kanker dari 420.095 pelanggan telepon selular di Denmark dari tahun 1982 hingga 1995. Penelitian ini tidak menemukan bukti adanya peningkatan risiko tumor otak atau sistem saraf atau kanker apapun di kalangan pelanggan telepon seluler.
Jadi para peneliti, yang dipimpin Institute of Cancer Epidemiology di Kopenhagen, melanjutkan studi ini hingga tahun 2007.
Mereka mempelajari data pada seluruh penduduk Denmark berusia 30 dan lebih yang lahir di Denmark setelah tahun 1925, dibagi lagi menjadi pelanggan dan non-pelanggan ponsel sebelum tahun 1995. Informasinya dikumpulkan dari operator jaringan telepon Denmark dan dari Daftar Kanker Denmark.
Secara keseluruhan, 10.729 tumor sistem saraf pusat terjadi pada masa studi 1990-2007.
Ketika angka tersebut dibatasi untuk pengguna terpanjang telepon selular – 13 tahun atau lebih – tingkat kanker ternyata hampir sama pada pengguna jangka panjang maupun non-pelanggan ponsel.
Para peneliti mengatakan bahwa mereka mengamati tidak adanya peningkatan risiko untuk tumor sistem saraf pusat atau untuk semua kombinasi kanker pada pengguna ponsel.
Mereka menyimpulkan: “Perpanjangan studi ini memungkinkan kami menyelidiki efek pada orang yang telah menggunakan ponsel selama 10 tahun atau lebih, dan penggunaan jangka panjang ini tidak terkait dengan risiko yang lebih tinggi terkena kanker.
“Bagaimanapun juga, sebagaimana peningkatan risiko yang kecil hingga sedang pada subkelompok pengguna berat atau bahkan setelah periode induksi yang lebih lama dari 10-15 tahun, tidak boleh dikesampingkan, studi lebih lanjut dengan penelitian populasi yang besar, di mana potensi kesalahan klasifikasi eksposur dan bias seleksi bisa diminimalkan, masih diperlukan.”
Dalam penyertaan editorial, Profesor Anders Ahlbom dan Maria Feychting dari Institut Karolinska di Swedia mengatakan bahwa ini merupakan bukti baru yang meyakinkan, tapi pemantauan secara terus-menerus pada register kesehatan dan cohort prospektif masih diperlukan.

Selasa, November 08, 2011

2PM di indonesia

2PM Konser di Indonesia 11 November
ist.

Jakarta - Setelah menyelesaikan konser pertama di Seoul, 2PM akan melanjutkan tur Asia dalam gelaran “2PM HANDS UP TOUR CONCERT“. Kali ini, Indonesia masuk dalam daftar!

Konser di Seoul digelar selama 2 hari pada 2 dan 3 September. Kemudian mereka akan melanjutkan ke Taiwan pada 8 Oktober. Indonesia akan menjadi negara ketiga yang dikunjungi pada 11 November. Meski demikian, informasi mengenai harga tiket dan lokasi konser belum bisa dipastikan.

Setelah Indonesia, dilanjutkan dengan Singapura (19 November), Malaysia (25 November), Filipina (27 November), dan Beijing pada pertengahan November. Pada Desember, Junsu, Nichkhun, Taecyeon, Wooyoung, Junho, dan Chansung akan berkeliling Negeri Sakura, Jepang.

"Kami menunggu dengan sabar dan mempersiapkan dengan sebaik mungkin untuk hari ini, hari saat kamu bertemu fans kami. Kami akan menampilkan yang lebih baik untuk tur Asia. Kami akan selalu menjadi 2PM yang selalu memberikan yang terbaik," ujar anggota 2PM di hadapan 7.000 hottest (sebutan untuk fans 2PM) saat konser di Jamsil Gymnasium, Seoul, Jumat (2/9/2011) dilansir Allkpop, Sabtu (3/9/2011).

Dalam konser pertama tersebut mereka menyanyikan lagu hits mereka seperti 'Hot', 'Electricity', 'Tired of Waiting', dan 'Hands Up'. Ditambah dengan penampilan solo dari masing-masing anggota. Siap untuk Hands Up bersama 2PM, Hottest Indonesia?

penentuan koefesien distribusi

JUDUL PERCOBAAN “ Penentuan Koefisien Distribusi”
TUJUAN PERCOBAAN Menentukan koefisien distribusi I2 dalam sistem air-kloroform.
LANDASAN TEORI
Mari kita tinjau suatu sistem yang berisi campuran dari beberapa zat kimia yang dapat bereaksi menurut persamaan: V1A1 + V2A2 V3A3 + V4A4 Dengan prinsip kesetimbangan muatan untuk persamaan reaksi di atas dapat dituliskan sebagai berikut: 0=V3A3 + V4A4 – V1A1 – V2A2 Dengan menggunakan suatu perjanjian bahwa koefisien stoikiometri, V1 (dibaca nu i) bertanda negative untuk pereaksi dan bertanda positif untuk hasil reaksi, maka persamaan di atas dapat dinyatakan dengan 0=Σ v1.A1 Untuk menyatakan apabila suatu reaksi berlangsung atau tidak dalam arah yang dituliskan maka harus ditinjau apakah energy Gibbs dari campuran akan naik atau turun. Jika energy Gibbsnya turun dengan berlangsung reaksi, maka reaksi akan berjalan spontan dengan arah yang dituliskan. Reaksi akan terus berlangsung dengan penurunan energy Gibbs sampai mencapai nilai minimum, yakni saat terjadi keadaan kesetimbangan (Rohman dan Muliani, 2004: 126). System redoks iodit (triiodida)-iodida I3- + 2 e 3 I- Mempunyai potensial standar sebesar +0,54 v . karena itu iodine adalah sebuah agen pengoksidasi yang jauh lebih lemah dari pada kalium permanganate, senyawa serium (IV) dan kalium dikromat. Di lain pihak, ion iodide adalah agen pereudksi yang termasuk kuat, lebih kuat, sebagai contah dari ion Fe (II). Dalam proses-proses analitis, iodine dipergunakan sebagai sebuah agen pengoksidasi (iodimetri), dan ion iodide digunakan sebagai agen pereduksi (iodometri). Dapat dikatakan bahwa hanya sedikit saja substansi yang cukup kuat sebagai unsure reduksi untuk dititrasi langsung dengan iodine. Karena itu, jumlah dari penentuan penentuan dari iodometrik adalah sedikit. Namun demikian, banyak agen pengoksidasi yang cukup kuat untuk bereaksi secara lengkap dengan ion iodide, dan aplikasi dari proses iodometrik cukup banyak. Kelebihan dari ion iodide ditambahkan ke dalam agen pengoksidasi yang sedang ditentukan, membebaskan iodine yang kemudian dititrasi dengan larutan natrium tiosulfat. Reaksi antara iodine dengan tiosulfat berlangsung sempurna (Day dan Underwood, 2001: 296). Jika kedalam system dua fasa cair yang tak dapat saling bercampur ditambahkan zat ketiga yang dapat melarut pada keduaanya maka zat ketiga akan terdistribusi diantara kedua fasa tadi dalam jumlah tertentu. Bil larutan jenuh I2 dalam CHCl3 dikocok dengan air dan dalam CHCl3. Setelah tercapai kesetimbangan perbandingan konsentrasi I2 dalam air dan kloroform pada temperature tetap juga tetap. Kenyataan ini akibat langsung hokum termodinamika pada kesetimbangan (Tim Dosen, 2010: 17). Menurut hokum distribusi Nernts, bila ke dalam zat yang tidak saling bercampur dimasukkan solute yang dapat larut dalam kedua pelarut tersebut, maka akan terjadi pembagian solute dengan perbandingan tertentu. Kedua pelarut tersebut umumnya pelruut organic dan air. Dalam praktek solute akan terdistribusi dengan sendirinya kedalam kedua pelarut tersebut setelah dikocok akn dibiarkan terpisah (Anonim, 2010). Tiga metode dasar pada ekstraksi cair-cair adalah ekstraksi bertahap (batch), ekstraksi kontinyu, dan ekstraksi counter current. Ekstraksi bertahap merupakan cara yang paling sederhana. Caranya cukup dengan menambahkan pelarut pengekstraksi yang tidak bercampur dengan pelarut semula, kemudian dilakukan pengocokan sehingga terjadi kesetimbangan konsentrasi zat yang akan diekstraksi pada kedua lapisan, setelah ini tercapai lapisan didiamkan dan dipisahkan. Metode ini sering digunakan untuk pemisahan analitik. Kesempurnaan ekstraksi tergantung pada banyaknya ekstraksi yang dilakukan. Hasil yang baik diperoleh jika jumlah pelarut sedikit (Khopkar, 2008:106). ALAT DAN BAHAN A.Alat 1. Labu erlenmeyer 250 ml 6 buah 7. Pipet tetes 2. Pipet ukur 5 ml 2 buah 8. Botol semprot 3. Gelas ukur 25 ml dan 250 ml 9. Ball pipet 4. Buret 50 ml 2 buah 10. Corong biasa 5. Statif dan klem 3 buah 11. Pengaduk 6. Corong pisah 12. Lap halus B. Bahan 1. Larutan Na2S2O3 0,1 M 2. Larutan jenuh I2 dalam CHCl3 3. Indikator amilum 4. Aquadest 5. Tissue V. PROSEDUR KERJA 1. Mengukur 25 ml larutan jenuh I2 dalam CHCl3 dan memasukkannya dalam corong pisah. 2. Menambahkan 200 ml aquadest dalam corong pisah. 3. Mengocok campuran tersebut selama 60 menit. 4. Mendiamkan larutan tersebut hingga terbentuk 2 lapisan. 5. Memisahkan kedua lapisan tersebut melalui corong pisah. 6. Memipet 5 ml larutan tiap lapisan. Masing-masing lapisan atas 3 kali dan lapisan bawah 2 kali. 7. Menitrasi larutan tersebut dengan Na2S2O3 0,1 N hingga analit bening dengan menggunakan indikator amilum. Mencatat volume titran.
HASIL PENGAMATAN
Titrasi Volume Na2S2O3 0,1 N yang diperlukan (ml) 5 ml lapisan atas 0,70 0,50 0,30 5 ml lapisan bawah 21.90 21,90 22,10
ANALISIS DATA
Pada titrasi I (5 mL I2 dalam H2O) V1 Na2S2O3 = 0,70 mL V2 Na2S2O3 = 0,50 mL V1 Na2S2O3 = 0,30 mL v Na2S2O3 rata-rata=(0,70+0,50+0,30)mL/3 v Na2S2O3 rata-rata=0,50 mL Pada titrasi II (5 mL I2 dalam CHCl3) V1 Na2S2O3 = 21,90 mL V2 Na2S2O3 = 21,90 mL V1 Na2S2O3 = 22,10 mL v Na2S2O3 rata-rata=(21,90+21,90+22,10)mL/3 v Na2S2O3 rata-rata=2,97 mL [Na2S2O3] = 0,1 M [I2] H2O =(v lapisan atas .2,5 x 10-5 mol/mL)/(volume yang dipipet) = (0,50 mL .2,5 .10-5 mol/mL)/(5 mL .o,oo1 ml) = 2,5 . 10-3 mol/ L [I2] CHCl3 = (v lapisan atas .2,5 x 10-5 mol/mL)/(volume yang dipipet) = (21,97 mL .2,5 .10-5 mol/mL)/(5 mL .o,oo1 ml) = 1,09 . 10-1 mol/ L Kd = ([I2] H2O)/([I2] CHCl3 ) = (1,09 .10-1 mol/ml)/(2,,5 .10-3 mol/L) = 43,68
PEMBAHASAN
Pada percobaan ini, yang akan ditentukan adalah koefisien distribusi dari I2 dalam system kloroform-air. Aquades yang ditambahkan dalam ke dalam larutan iod dalam kloroform dikocok. Fungsi pengocokan yaitu mempercepat terjadinya distribusi yang disebabkan karena tumbukan-tumbukan antar partikel campuran yang juga cepat. Pengocokan dilakukan selama satu jam agar I2 dapat terdistribusi secara maksimal. Setelah pengocokan, larutan didiamkan sampai terbentuk dua fase lalu dipisahkan antara lapisan atas dan lapisan bawahnya. Menurut teori, kloroform memiliki berat jenis 1,49 gcm-3 dan air memiliki berat jenis 1,00 gcm-3. Sehingga pada lapisan yang terbentuk, dapat diketahui bahwa lapisan bawah merupakan lapisan iod dalam kloroform sedangkan lapisan atas adalah iod dalam air. Lapisan atas dan lapisan bawah dititrasi dengan menggunakn larutan Na2S2O3 0,1 N. titrasi yang digunakan dalam penentuan koefisien distribusi adalah titrasi iodometri karena iod dalam perobaan berperan sebagai analit. Pada saat mendekati titik akhir titrasi, ditambahkan indicator amilum agar mengetahui titik akhir titrasi. Hal ini dapat diketahui dari perubahan warna yaitu dari biru menjadi bening. Amilum an iod dapat membentuk kompleks dan iod akan terlepas dari kompleksnya membentuk I- pada saat titik akhir titrasi. Penambahan indicator ini pada saat mendekati titik akhir titrasi karena untuk menghindari agar amilum tidak membungkus iod. Adapun persamaan reaksinya adalah: 2S2O32- + I2 S4O62- + 2I- Dari titrasi tersebut diperoleh harga Kd iod dalam air-kloroform sebesar 43,68. Berdasarkan teori, jika harga Kd besar maka solut cenderung terdistribusi ke dalam pelarut organik dibanding dalam air (Soebagio, 2003). Olehnya itu, dari percobaan dapat dikatakan bahwa iodium lebih banyak terdistribusi dalam kloroform dibanding dalam air karena harga Kd-nya besar. Hal ini disebabkan oleh sifat kloroform yang hampir sama dengan sifat I2 dibanding dengan sifat air dengan I2. I2 bersifat semipolar, air bersifat polar dan kloroform yang bersifat semipolar yang telah hampir nonpolar (sifat transisi antara semipolar dengan polar). Olehnya itu, I2 lebih cenderung terdistribusi ke dalam kloroform dibanding ke dalam air.
PENUTUP
Kesimpulan
Harga koefisien distribusi iod dalam sistem air-kloroform yaitu 43,68.
Saran
Dalam percobaan ini, seharusnya cara pengocokan konstan sehingga iod dapat terdistribusi sempurna dengan cepat.
DAFTAR PUSTAKA
Anonim. 2010. Koefisien Distribusi Iod. http://brown132t.blogspot.com. Diakses pada tanggal 18 April 2010.
Day, R. A. dan Underwood, A.L. 2001. Kimia Analisis Kuantitatif. Jakarta: Erlangga.
Khopkar, S.M. 2008. Konsep Dasar Kimia Analitik. Jakarta: UI-Press.
Rohman, Ijang dan Sri Muliyani. 2004. Kimia Fisik I. Malang: JICA.
Tim Dosen Kimia Fisik. 2010. Penuntun Praktikum Kimia Fisik I. Makassar: Jurusan Kimia FMIPA UNM