Three Cute Cherries


Rabu, November 02, 2011

RPP redoks micro teaching


RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN
(RPP)

Materi Pelajaran           : Kimia
Materi                          : reaksi oksidasi reduksi
Kelas / semester           : X/2
Waktu                          : 2 x 10 menit
Standar Kompetensi       : Memahami sifat-sifat larutan non-elektrolit dan elektrolit serta reaksi oksidasi reduksi
Kompetensi Dasar          : Menjelaskan perkembangan konsep reaksi oksidasi reduksi dan hubungannya dengan tatanama senyawa serta penerapannya
I.                  INDIKATOR
·        Menganalisis reaksi oksidasi dan reduksi melalui percobaan
II.               TUJUAN PEMBELAJARAN
A.      Kognitif
·        Setelah mempelajari materi ini diharapkan siswa dapat :
·        Menganalisis reaksi oksidasi dan reduksi melalui percobaan
B.      Afektif
·      Jujur
·      Teliti
·      Bekerja sama
·      Keseriusan dalam praktikum
C.      Psikomotor
            Setelah mempelajari materi ini, diharapkan siswa terampil :
· Mengamati reaksi oksidasi dan reduksi pada percobaan
· Membakar pita Mg
III.           MATERI PEMBELAJARAN
Pengertian reaksi reduksi oksidasi (redoks) mengalami perkembangan sebagai berikut.:
a. Pengikatan oksigen dan hidrogen
b. Transfer elektron
c. Perubahan bilangan oksidasi
Menurut konsep pengikatan oksigen/hidrogen, oksidasi adalah pengikatan atom oksigen  atau pelepasan atom hidrogen. Reduksi adalah proses sebaliknya.
Menurut konsep transfer elektron, oksidasi adalah pelepasan elektron dan reduksi adalah penerimaan elektron. Menurut konsep perubahan bilangan oksidasi, oksidasi adalah kenaikan bilangan oksidasi dan reduksi adalah penurunan bilangan oksidasi.Bilangan oksidasi adalah suatu bilangan yang menyatakan valensi atom dalam suatu senyawa yang dapat memiliki harga positif maupun negatif.
Dalam reaksi redoks, zat yang dapat mengoksidasi zat lain dinamakan oksidator dan zat yang dapat
mereduksi zat lain dinamakan reduktor.

IV.            METODE PEMBELAJARAN 
Metode                  : Eksperimen dan Diskusi Informasi
Pendekatan            : pendekatan proses dan konstektual

V.               LANGKAH-LANGKAH PEMBELAJARAN

Tahap kegiatan
Langkah-langkah
Waktu
Pendahuluan
Guru menyampaikan tujuan pembelajaran
Prasyarat
·        Mengabsen
·        Guru memberikan pertanyaan kepada siswa tentang materi sebelumnya
Motivasi
Guru bertanya mengenai reaksi redoks dalam kehidupan sehari-hari.
5 menit
Kegiatan inti
Eksplorasi
·        Guru memimpin diskusi kelas untuk mengungkapkan pengetahuann siswa dan menjelaskan konsep reaksi redoks
·        Guru membagi siswa kedalam dua kelompok
·        Guru membagikan LKS pada siswa
·        Guru mengarahkan siswa untuk praktikum sesuai dengan LKS
·        Siswa melakukan praktikum pada kelompoknya masing-masing.
Elaborasi
·        Siswa menjawab pertanyaan LKS
·        Guru menyuruh tiap perwakilan kelompok untuk melaporkan hasil eksperimen mereka dan mempresentasikannya.
Konfirmasi
·        Guru dan siswa membahas data hasil pengamatan
·        Guru menambahkan yang kurang
·        Guru mempersilahkan siswa bertanya
12 menit
Penutup
·        Siswa dengan bimbingan guru menyimpulkan materi yang telah dipelajari
·        Guru memberikan tugas pada siswa untuk membuat laporan hasil praktikum
·        Guru mmenutup pelajaran dengan mengucapkan salam.

3 Menit


VI.            MEDIA DAN SUMBER BELAJAR
 Media pembelajaran : alat dan bahan eksperimen pembakaran pita Mg
Alat                                        : pembakar spirtus, tang krus 
Bahan                                     : pita Mg
Sumber pembelajaran               :Sandri justiana dan muchtaridi.2009. kimia untuk SMA X yudistira Jakarta
Bahan ajar                              : LKS

VII.        ALAT PENILAIAN
·        Penilaina kognitif
·        Penilaian afektif
·        Penilaian psikomotor
Bandung, 28 oktober 2011


Mengetahui
Kepala sekolah


Sari, S.Pd
NIP.

Guru Kimia



Didah jubaedah
NIP. 1209208028


















Lampiran 1

Penilaian kognitif
Kognitif : bentuk essay
No
Indikator pencapaian
Soal
Skor
1
Membedakan konsep oksidasi reduksi ditinjau dari penggabungan dan plelepasan oksigen, pelepasan dan penerimaan elektron serta peningkatan dan penurunan bilangan oksidasi
Jelaskan konsep reaksi oksidasi  berdasarkan :
·        Pelepasan dan  pengikatan electron
·        Serah terima electron
·        Perubahan bilangan oksidasi
0-6
2
Mengklasifikasikan oksidator dan reduktor dalam reaksi
Tentukanlah reaksi oksidasi, reaksi reduksi,oksidator dan reduktor pada reaksi pembentukan oksida kalsium :
Ca + O2 à CaO
0-8

































Lampiran 2

LEMBAR KERJA SISWA


Materi                        : Reaksi Redoks
Kelas/semester           : X/I
Materi Pokok             :Reaksi oksidasi dan reduksi
Tujuan                        : siswa dapat memahami bagaimana terjadinya reaksi redoks

I.                    Alat dan Bahan
A.     Alat
Adapun alat yang digunakan adalah :
Tang krus
Pembakar spirtus
Cawan petri
B.     Bahan
Pita Mg

II.                 Prosedur Kerja
1.      Siapkan alat dan bahannya
2.      Bersihkan logam Mg sepanjang 2 cm dengan cara di amplas
3.      Jepit logam Mg dengan tang krus kemudian dekatkan dengan nyala api
4.      Amati yang terjadi saat logam Mg terbakar
5.      Tuliskan hasil pengamatan dalam tabel pengamatan
Catatan : logam Mg yang sedang terbakar jangan sampai terkena kulit karena suhunya sangat tinggi. Lakukan pembakaran magnesium dengan sangat hati-hati.
III.               Tabel Pengamatan
No
Percobaan
Pengamatan
1
Pembakaran pita Mg


IV.              Pertanyaan
1.      Senyawa apakah yang  mengalami oksidasi?mengapa?
2.      Tuliskan reaksi oksidasi dari percobaan di atas ?





Lampiran 3
LEMBAR PENILAIAN
A.     KOGNITIF (skala)
NO
NAMA
SKOR SOAL
SKOR TOTAL
NILAI
1
2
3







KETERANGAN :
NO SOAL
SKOR
1
6
2
8
Skor total
14

Nilai = 

B.     AFEKTIF
Nama :
Kelas :
No
Aspek yang di nilai
5
4
3
2
1
1
Ketelitian





2
Kejujuran





3
Kerja sama





Keterangan :
3-5                   = cukup (D)
6-8                   = lebih dari cukup (C)
9-11                 = baik (B)
12-15               = sangat baik(A)











C.     PSIKOMOTOR  
Nama   :
Kelas   :
No
Aspek yang di nilai
5
4
3
2
1
Jumlah skor
Nilai
1
Cara menjepit Mg dengan tang krus







2
Cara atau arah membakar Mg 







Kriteria skor
5= tepat dan cepat
4= tepat dan lambat
3= kurang tepat dan cepat
2= kurang tepat dan lambat
1= tidak tepat dan lambat
Kriteria penilaian
10= nilai 100 (istimewa)
7-9= nilai 90 (baik sekali)
4-6= nilai 80 (baik)
2-3= nilai 70 (cukup)
0-2=nilai 60(belum tuntas)


mitos minum air 8 gelas

Kalau kamu jalan-jalan ke situs kesehatan atau membaca email emakmu sebelum di delete, kamu mungkin dikasih tahu untuk minum setidaknya delapan gelas sehari, walaupun kamu gak haus. Alasannya untuk kesehatan. Versi lain dari perintah minum air putih ini menyuruh anda minum sebelum atau saat makan, alasannya untuk mengurangi kalori.


Seperti yang dikatakan nalar anda, ini adalah mitos. Scientific American melaporkan kalau mitos ini berasal dari kesalahpahaman dalam memahami studi tahun 1945 yang menyarankan jumlah air untuk diminum oleh rata-rata individu. Apa yang dipahami studi tersebut adalah orang harus mengkonsumsi satu mililiter air (seperlima sendok teh) untuk satu kalori makanan. Matematikanya sederhana, 1900 kalori sehari berarti 1900 mililiter air. Tapi, kesalahannya terletak pada air yang dimaksud. Orang awam, dan bahkan ahli gizi, menyangka air yang dimaksud adalah air putih. Tidak, bukan air putih, tapi air. Makanan yang kita makan sudah mengandung air, seperti jeruk, kopi, susu, ketimun dsb. Peninjauan ulang hasil penelitian ini tahun 2004 mengatakan kalau rasa haus sudah cukup menjadi pertanda kalau tubuh kita membutuhkan air.
Minum Air Putih saat Makan?
Dr. Barbara Rolls, Ketua bidang Nutrisi di Penn State mengatakan “Kami tidak yakin dari mana ide meminum air sebelum atau saat makan dapat menurunkan rasa lapar. Ia sangat populer tahun 60an dan masih jadi keyakinan umum hingga sekarang. Penelitian kami menunjukkan kalau minum air putih ketika makan tidak efektif untuk mengurangi kalori. Hanya memakan makanan yang kaya air yang dapat mengurangi asupan kalori.”
Karena minum kopi?
Gagasan kalau orang harus minum air karena efek diuretik dari minuman berkafein seperti kopi, teh dan soda sesungguhnya menghasilkan berkurangnya cairan sebenarnya salah. Orang yang minum ketiga jenis minuman berkafein ini mempertahankan dua pertiga jumlah cairan yang diminum dan yang meminumnya secara teratur mampu menyimpan lebih banyak lagi. Studi Ann Grandjean menemukan kalau tidak ada kehilangan cairan pada orang yang minum kopi, teh atau soda sama sekali. Hal yang sama juga terjadi pada jus dan susu. Satu gelas susu, jus, kopi, teh atau soda sama saja dengan segelas air putih. Yang menyebabkan dehidrasi hanyalah minuman yang mengandung alkohol dan itupun baru terjadi setelah minum lebih dari satu gelas.
Minuman Astronot
Untuk menjaga kesehatan?
Menurut Heinz Valtin, Profesor fisiologi dari Sekolah Medis Darthmouth, orang yang sehat tidak perlu minum delapan gelas sehari. Hanya orang yang punya masalah kesehatan saja yang perlu minum banyak air seperti batu ginjal atau kecenderungan mengalami infeksi saluran kemih. Heinz Valtin sudah melakukan penelitian ekstensif pada tahun 2002 untuk menguji mitos minum delapan gelas sehari dan kesimpulannya: tidak ada bukti ilmiah mendukung pendapat kalau individu yang sehat perlu meminum air yang besar. Studi lain tahun 2008 dilakukan oleh Stanley Goldfarb pada Journal of the American Society of Nephrology. Hasilnya sama: tidak ada bukti nyata meminum air meningkatkan komposisi air di tubuh.
Baik Rolls maupun Valtin menantang gagasan memasukkan air dalam pola makan yang sehat. Mereka menemukan kalau tubuh memang memerlukan air untuk bekerja dengan baik dan dehidrasi menyakiti tubuh. Walau begitu, mereka keberatan kalau konsumsi air putih dapat menyembuhkan berbagai penyakit. Ini terlalu konyol dan meremehkan kedokteran modern. Air tidak sebegitu hebatnya walaupun tubuh anda terdiri dari sekian persen air (ingat iklan).
Karena tubuh kita terdiri dari sekian persen air?
Kebutuhan air manusia tergantung pada banyak faktor seperti suhu, tingkat aktivitas tubuh dan faktor lainnya. Valtin bahkan mengatakan kalau dalam beberapa situasi, minum air terlalu banyak justru berbahaya.
Kesimpulan
Saran terbaik adalah bertopang pada naluri anda. Bila anda merasa haus, ya minum; bila tidak haus, jangan minum kecuali anda memang ingin minum.
Referensi populer
Batmanghelidj, F. 1995.   Your Body’s Many Cries for Water. Global Health Solutions
Foreman, J.   “The Water Fad Has People Soaking It Up.” The Boston Globe. 11 May 1998   (p. C1).

Selasa, November 01, 2011

manfaat radiokimia dalam kehidupan


A. Bidang kedokteran

I-131 Terapi penyembuhan kanker Tiroid, mendeteksi kerusakan pada kelenjar gondok, hati dan otak
Pu-238 energi listrik dari alat pacu jantung
Tc-99 & Ti-201 Mendeteksi kerusakan jantung
Na-24 Mendeteksi gangguan peredaran darah
Xe-133 Mendeteksi Penyakit paru-paru
P-32 Penyakit mata, tumor dan hati
Fe-59 Mempelajari pembentukan sel darah merah
Cr-51 Mendeteksi kerusakan limpa
Se-75 Mendeteksi kerusakan Pankreas
Tc-99 Mendeteksi kerusakan tulang dan paru-paru
Ga-67 Memeriksa kerusakan getah bening
C-14 Mendeteksi diabetes dan anemia
Co-60 Membunuh sel-sel kanker

B. Bidang Hidrologi.

1.Mempelajari kecepatan aliran sungai.
2.Menyelidiki kebocoran pipa air bawah tanah.

C. Bidang Biologis

1. Mempelajari kesetimbangan dinamis.
2. Mempelajari reaksi pengesteran.
3. Mempelajari mekanisme reaksi fotosintesis.

D. Bidang pertanian.

1. Pemberantasan hama dengan teknik jantan mandul, contoh : Hama kubis
2. Pemuliaan tanaman/pembentukan bibit unggul, contoh : Padi
3. Penyimpanan makanan sehingga tidak dapat bertunas, contoh : kentang dan bawang

E. Bidang Industri

1. Pemeriksaan tanpa merusak, contoh : Memeriksa cacat pada logam
2. Mengontrol ketebalan bahan, contoh : Kertas film, lempeng logam
3. Pengawetan bahan, contoh : kayu, barang-barang seni
4. Meningkatkan mutu tekstil, contoh : mengubah struktur serat tekstil
5.. Untuk mempelajari pengaruh oli dan aditif pada mesin selama mesin bekerja

F. Bidang Arkeologi
1. Menentukan umur fosil dengan C-14